Kemendikdasmen Buka MPLS Perdana SNT untuk 1.360 Siswa

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:19:01 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan bahwa ada 1.360 murid angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang tersebar di 17 wilayah siap memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah hari ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, memaparkan bahwa total 1.360 peserta didik tersebut terbagi secara merata, yakni 680 siswa tingkat SMP dan 680 siswa tingkat SMA.

“Kami telah melakukan proses seleksi atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari yang mendaftar sebanyak 2068 telah lulus seleksi sebanyak 1.360 murid. Terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA. Ini adalah angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ajaran 2026/2027,” kata Gogot dalam kegiatan Pembukaan MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Angkatan Pertama di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Senin (10/8/2026).

Gogot menerangkan lebih lanjut bahwa awalnya terdapat pengajuan lokasi SNT dari 114 kabupaten/kota. Namun, usai melewati tahap verifikasi, validasi, dan peninjauan ke lapangan, Kemendikdasmen bersama kementerian serta lembaga terkait memutuskan 37 lokasi SNT bakal didirikan pada tahun ini.

Ia menambahkan, dari 37 titik yang ditetapkan tersebut, sebanyak 17 SNT sudah beroperasi untuk tahun ajaran 2026/2027, salah satunya yaitu SNT 7 Parung yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mengenai kesiapan jajaran kepala sekolah, pengajar, maupun tenaga kependidikan, Gogot menyebutkan Kemendikdasmen telah menyeleksi dan menyiapakan 17 kepala sekolah terpilih dari total 1.800 pendaftar.

Sedangkan untuk tenaga pendidik dan pendamping belajar di Sekolah Nasional Terintegrasi, pihak kementerian merekrut 204 orang yang merupakan hasil penyaringan dari 60 ribu stok guru prajabatan peserta program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Seluruh kepala sekolah, guru, serta pendamping ini sebelumnya sudah menjalani pembekalan dan pelatihan selama lima hari sebelum ditempatkan di sekolah tujuan masing-masing.

Guna mendukung proses pembelajaran di kelas, Kemendikdasmen juga melengkapi fasilitas dengan Learning Management System (LMS) yang mencakup penyediaan materi ajar serta sarana pembelajaran berbasis digital di ruang kelas Sekolah Nasional Terintegrasi.

“Semoga SNT dapat menjadi tempat anak-anak kami belajar, bertumbuh, berprestasi, dan kelak melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan bagi daerah,” kata Gogot.

Sebagai informasi tambahan, Kemendikdasmen siap melaksanakan operasional Sekolah Nasional Terintegrasi di 17 titik wilayah, meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, hingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Terkini