Kemnaker Dorong Link and Match Pendidikan dan Industri Berbasis Data

Senin, 10 Agustus 2026 | 00:20:02 WIB
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi.

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengintensifkan upaya penyelarasan dan keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia industri secara berbasis data.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker Anwar Sanusi mengungkapkan, kunci utama dari langkah strategis ini berada pada penguatan Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System/LMIS).

“Ditekankan penguatan LMIS agar data kebutuhan tenaga kerja dapat diakses secara real-time oleh dunia pendidikan dan industri,” kata Anwar saat dihubungi di Jakarta, Senin.

LMIS sendiri merupakan platform data terpadu milik Kemnaker yang dikelola oleh Pusat Pasar Kerja (Pasker ID) untuk mengumpulkan, menganalisis, serta menyebarluaskan informasi ketenagakerjaan sekaligus mempertemukan para pencari kerja dengan pihak industri.

Sistem LMIS mengemban beberapa fungsi vital, salah satunya integrasi data yang menyatukan arus informasi pasar kerja dari berbagai lembaga pemerintah maupun sektor swasta.

Selain itu, LMIS difungsikan untuk mengatasi persoalan ketidaksesuaian (mismatch) dengan menjembatani kesenjangan antara kompetensi hasil pendidikan dan kualifikasi yang dibutuhkan industri.

Platform ini juga menyediakan kemudahan akses lowongan kerja, bursa kerja (job fair), hingga data pelatihan agar para angkatan kerja dapat memperoleh informasi ketenagakerjaan secara terpadu dan efisien.

Anwar menambahkan, Kemnaker turut menyiapkan sejumlah langkah taktis lain demi mengikis kesenjangan (mismatch) antara lulusan pendidikan dan kebutuhan sektor industri.

“Selain memperkuat link and match antara pendidikan dan industri, Kemnaker juga memodernisasi pelatihan vokasi, melakukan pemetaan kebutuhan keterampilan masa depan, serta program Magang Nasional (MagangHub),” ujar Anwar.

Secara khusus untuk program Magang Nasional, langkah ini dinilainya menjadi instrumen krusial untuk menjembatani transisi para lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja secara profesional.

Program ini dirancang bukan sekadar ajang penempatan peserta, melainkan proses pembelajaran kerja terstruktur yang melibatkan perusahaan sebagai wadah belajar, mentor pembimbing, serta dukungan evaluasi yang disempurnakan secara berkala.

Terkini