JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa guna mendiskusikan mekanisme penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) supaya lebih tepat sasaran.
"Tadi kita membahas juga pola subsidi (BBM) agar tepat sasaran," kata Bahlil, di Jakarta, Selasa, setelah menemui Menkeu Purbaya.
Menurut pertimbangannya, alokasi subsidi minyak dan gas (migas) selama ini belum sepenuhnya menyasar pihak yang berhak, lantaran kalangan tergolong mampu masih menikmati pasokan bahan bakar bersubsidi.
Atas dasar itu, Bahlil menemui Purbaya demi merumuskan metode distribusi migas agar lebih tepat sasaran, mengingat anggaran subsidi yang dikucurkan selama ini menembus angka ratusan triliun rupiah.
"Selama ini kan kita tahu sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh mereka yang masuk desil 9 dan 10 masih dapat subsidi. Ini yang kita bahas sistemnya segala macam, supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun rupiah ini, betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak," ujarnya.
Bahlil mengutarakan bahwa penataan penyaluran subsidi agar tepat sasaran ini juga selaras dengan instruksi Presiden, sehingga pihaknya intens mengomunikasikan arahan tersebut bersama Menteri Keuangan.
Sewaktu dikonfirmasi mengenai besaran potensi efisiensi anggaran bila subsidi migas tersalurkan secara tepat, Bahlil belum dapat membeberkan angkanya secara terperinci lantaran seluruh formulasi masih dalam tahap kalkulasi.
"Ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden, nah karena itu kami melakukan rapat koordinasi dengan Pak Menteri (Purbaya). Kita pingin semua subsidi dari sektor migas itu tepat sasaran," katanya menambahkan.