Bakom RI sebut 1.360 Siswa Belajar di Sekolah Nasional Terintegrasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35:02 WIB
Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI Fahd Pahdepie dan Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengabarkan bahwa sebanyak 1.360 murid berprestasi secara resmi telah mengawali tahun ajaran baru di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai wujud komitmen pemerintah mempercepat pemerataan akses pendidikan.

Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI Fahd Pahdepie dalam sesi jumpa pers di Jakarta pada Rabu menerangkan bahwa pengoperasian SNT oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyasar penguatan ekosistem belajar serta mengikis jurang perbedaan kualitas pendidikan antarwilayah.

"Saat ini karena baru dibuka, dan baru masa pengenalan lingkungan sekolah, artinya baru pertama ada angkatan pertama untuk SNT ini, tadi sudah disebutkan, untuk jenjang SMP ada 20 orang dan 2 kelas, kemudian juga untuk jenjang SMA 20 orang. Sehingga jumlahnya dari total 17 SNT yang sekarang beroperasi itu, sekarang ada sekitar 1.360 siswa," papar Deputi Bakom Fahd Pahdepie.

Total peserta didik tersebut terdistribusi di 17 lokasi SNT yang sudah berjalan di 17 kabupaten/kota serta tersebar pada 13 provinsi, sedangkan 20 lokasi SNT lainnya tercatat masih dalam proses pendirian.

Fahd menyampaikan, kebijakan mendirikan SNT dilandasi atas fakta masih tingginya ketimpangan standar mutu pendidikan nasional. Laporan Kemendikdasmen per 30 Juni 2025 memperlihatkan baru 4 persen atau 263 dari total 7.288 kecamatan se-Indonesia yang memunyai SMP dan SMA berakreditasi A.

Distribusi sekolah berkualitas tinggi tersebut, menurut ketersediaannya, masih bertumpu di Pulau Jawa. Adapun wilayah Papua baru memunyai empat sekolah bermutu unggul yang berada di tiga kecamatan.

Proyek pengembangan SNT ditargetkan mencapai 500 unit sekolah di berbagai penjuru Nusantara yang disokong fasilitas modern, seperti akses perpustakaan e-journal internasional, ruang diskusi, sarana olahraga, hingga moda transportasi jemputan siswa.

Guna menunjang efektivitas belajar, pemerintah turut menyiagakan tenaga pengajar profesional dengan komposisi saat ini terdiri dari 17 kepala sekolah beserta 204 guru.

"Artinya 1 banding 6, 1 guru menangani 6 murid. Ini satu desain yang sangat ideal untuk sebuah sekolah yang ingin mencetak para lulusan atau mendidik siswa berprestasi, sesuai dengan visi Bapak Presiden," jelasnya.

Menyinggung keterkaitan dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, ia menegaskan bahwa ketiga program ini memunyai segmentasi serta metode yang berbeda, walaupun sama-sama bermuara pada pemenuhan hak pendidikan terbaik bagi seluruh anak bangsa.

SNT didesain sebagai simpul penggerak kemajuan pendidikan daerah melalui peningkatan mutu guru, transfer praktik baik, pemanfaatan sarana belajar, hingga kolaborasi erat bersama sekolah-sekolah sekitar.

Model SNT memadukan jenjang SMP dan SMA ke dalam satu ekosistem terpadu. Para siswa menempuh kurikulum nasional lewat metode pembelajaran mendalam berbasis STEM (sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika) serta olahraga, seraya diberi ruang luas untuk melatih karakter, bakat, dan potensi diri.

Terkini