Catat, Ini Waktu Terbaik untuk Makan Siang Menurut Ahli Gizi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:18:32 WIB
ilustrasi makan [FOTO: NET].

JAKARTA - Waktu makan siang ternyata bukan sekadar sarana mengisi lambung di tengah padatnya aktivitas. Jadwal makan berkaitan erat dengan energi, sensasi lapar, kadar gula darah, hingga sistem metabolisme tubuh. Menurut pandangan ahli gizi Trista Chan, RD, MHSc, konsistensi waktu makan justru menjadi aspek krusial yang perlu dicermati. Lantas, pukul berapa waktu ideal untuk makan siang beserta khasiatnya bagi tubuh?

Makan siang idealnya sekitar pukul 12.00-14.00

Bagi individu yang menjalani rutinitas harian secara normal pada siang hari, rentang waktu makan siang yang dianjurkan yakni sekitar pukul 12.00-14.00.

“Waktu tersebut umumnya berjarak empat hingga lima jam setelah sarapan sehingga dapat membantu mempertahankan energi hingga sore,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Menyantap makan siang terlampau dini, misalnya sebelum tengah hari, berisiko membuat seseorang kembali kelaparan sebelum tiba waktu malam. Sebaliknya, menunda makan sampai sore hari justru membuat fisik lebih rentan mengalami keletihan serta perubahan suasana hati. Kendati demikian, tidak ada satu jam makan siang paten yang cocok bagi setiap orang. Kondisi tubuh, jadwal kegiatan, jam sarapan, hingga pola tidur turut menentukan kebutuhan nutrisi seseorang.

Konsisten makan siang dapat membantu metabolisme

Di samping menentukan jam makan, menjaga keteraturan jadwal makan setiap harinya juga memegang peranan penting. Tubuh dibekali ritme sirkadian, yakni sistem internal yang bertugas mengontrol waktu tidur, produksi hormon, serta metabolisme. Pola makan yang tidak teratur berpotensi mengacaukan ritme tersebut. Walaupun dampaknya kerap dihubungkan dengan kebiasaan makan pada jam yang tidak selaras dengan jam biologis, seperti saat larut malam, mempertahankan jadwal makan yang disiplin tetap membantu tubuh berfungsi lebih stabil. Di samping itu, pola makan harian dengan rentang waktu makan kurang dari 12 jam serta porsi kalori yang lebih tinggi pada siang hari dibanding malam hari turut diyakini mampu menunjang metabolisme.

Makan siang tepat waktu membantu mengontrol gula darah dan rasa lapar

Melakukan makan siang secara teratur dapat menjaga kadar gula darah agar tetap terkendali. Suatu riset skala kecil mendapati bahwa melewatkan makan siang selama dua hari berturut-turut memicu kadar gula darah pascamakan malam partisipan menjadi lebih tinggi ketimbang saat mereka menyantap makan siang. Menunda makan siang hingga sore hari juga diidentifikasi memicu lonjakan gula darah yang lebih tajam sekaligus menurunkan sensitivitas insulin.

Di samping ketepatan waktu, susunan menu makanan juga memegang peranan vital. Hidangan makan siang idealnya memuat unsur protein, karbohidrat tinggi serat, serta lemak sehat. Perpaduan tersebut berfaedah memperlambat laju pencernaan sehingga pasokan energi bertahan lebih lama.

Kebiasaan makan siang yang disiplin turut memudahkan pengendalian nafsu makan. Manakala makan siang terlewat atau terlalu diundur, rasa lapar menjelang sore hingga malam hari cenderung melonjak. Keadaan ini memicu seseorang lebih gampang mengonsumsi camilan, mengambil porsi makan malam yang berlebihan, atau memunculkan hasrat makan secara impulsif.

Pilih menu yang mengenyangkan dan tetap seimbang

Sesi makan siang bakal berdaya guna maksimal apabila diiringi pilihan makanan yang seimbang. Pilihan protein semisal daging ayam, ikan, telur, tahu, kacang-kacangan, atau yoghurt Yunani sanggup memenuhi kebutuhan protein sekaligus menjaga pemeliharaan massa otot. Karbohidrat kaya serat bisa diperoleh dari biji-bijian utuh, buah-buahan, sayur, serta kacang-kacangan. Sementara itu, alpukat, minyak zaitun, biji-bijian, serta kacang dapat diandalkan sebagai sumber lemak sehat. Jangan abaikan pula kecukupan cairan tubuh lewat konsumsi air mineral atau minuman tanpa tambahan pemanis.

Terkini