Kaitan Antara Hubungan Sosial yang Sehat dan Peluang Hidup Lebih Panjang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:05:33 WIB
Ilustrasi Hubungan Sosial.

JAKARTA - Menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan memiliki waktu tidur yang cukup kerap dianggap sebagai kunci utama untuk hidup lebih panjang. Namun, ada satu faktor penting lain yang tak boleh diabaikan, yaitu hubungan sosial dengan orang-orang di sekitar.

Koneksi yang sehat, baik bersama pasangan, keluarga, maupun sahabat, ternyata berdampak langsung pada kesehatan fisik dan umur panjang.

Melansir Woman's Health, sebuah tinjauan meta-analisis menemukan bahwa individu dengan hubungan sosial yang kuat memiliki peluang bertahan hidup 50 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang hubungan sosialnya lemah.

Dokter sekaligus penulis Longevity Made Simple, Shad Marvasti, menyampaikan bahwa interaksi sosial bahkan memengaruhi tubuh hingga tingkat biologis.

“Orang-orang berpikir tekanan darah dan kadar kolesterol adalah hal yang benar-benar mengukur kesehatan mereka, dan mereka mengabaikan fakta bahwa hubungan dalam hidup juga membentuk kesehatan,” tutur Marvasti.

Penelitian selama bertahun-tahun menunjukkan adanya kaitan erat antara koneksi sosial dan penurunan risiko kematian. Sebaliknya, isolasi sosial, rasa kesepian, dan hidup menyendiri terbukti meningkatkan risiko kematian, khususnya pada kelompok lanjut usia.

Dokter sekaligus pembawa acara podcast Redefining Medicine, Erika Schwartz, menegaskan bahwa hubungan sosial merupakan salah satu elemen penunjang hidup panjang dan sehat.

“Hubungan sosial hanyalah salah satu bagian dari teka-teki yang membuat hidup panjang dan sukses,” kata Schwartz, disadur dari Woman's Health.

Memiliki hubungan sosial yang kuat tidak selalu diartikan harus mempunyai banyak teman. Ikatan yang bermakna bisa didapat dari pasangan, sahabat, anggota keluarga, hingga orang yang disapa dalam kehidupan sehari-hari.

“semakin terhubung seseorang, baik sebagai bagian dari pasangan maupun dengan seorang teman, semakin rendah risiko kematiannya,” tambah Schwartz.

Manfaat hubungan sosial yang positif ternyata jauh melebihi sekadar memberikan rasa menemani. Penelitian dengan data Midlife in the United States menunjukkan bahwa individu dengan ikatan sosial positif mengalami lebih sedikit keterbatasan fungsi tubuh serta memiliki usia lebih panjang.

Schwartz menjelaskan, orang yang merawat hubungan positif juga tercatat lebih jarang mengalami peradangan, serangan jantung, stroke, hingga kanker.

Riset lain turut mengamati kaitan antara ikatan sosial dan proses penuaan sel. Studi pada 2019 mendapati bahwa panjang telomer, yakni bagian DNA yang melindungi ujung kromosom, cenderung lebih panjang pada orang yang memiliki koneksi sosial baik.

Telomer sendiri akan memendek setiap kali sel membelah dan berkaitan langsung dengan proses penuaan. Namun, hal ini bukan berarti seseorang harus memaksakan diri menjalin sebanyak mungkin hubungan tanpa memedulikan kualitasnya.

“Anda tidak ingin sekadar berada dalam suatu hubungan hanya demi memiliki hubungan. Hubungan yang toksik dapat berdampak negatif pada kesehatan, sama seperti hubungan yang sehat dapat memberikan dampak positif,” kata Marvasti.

Merawat hubungan sosial sebenarnya tidak selalu membutuhkan agenda atau aktivitas besar. Psikolog dari NewYork-Presbyterian/Columbia University Irving Medical Center, Erin Engle, menuturkan bahwa setiap interaksi kecil bisa memperkuat koneksi, termasuk percakapan singkat dengan rekan kerja.

Bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, Engle menyarankan untuk memprioritaskan hubungan dengan orang terdekat. Menurutnya, memiliki satu teman dekat yang dapat dipercaya sudah memberikan kontribusi besar bagi kesehatan.

Pertemuan secara langsung dinilai paling memberikan manfaat besar, meskipun interaksi melalui panggilan video tetap membantu menjaga komunikasi. Seseorang juga bisa mempererat hubungan dengan cara membuka diri serta membangun rasa percaya.

“Kerentanan dan kepercayaan adalah bagian penting dalam membangun hubungan yang autentik dan bermakna,” imbuh Marvasti.

Membangun ikatan baru pun dapat dimulai lewat hobi atau aktivitas yang disukai, seperti bergabung dalam komunitas olahraga, kelompok jalan santai, atau klub buku. Kegiatan bersama memudahkan seseorang bertemu orang baru sekaligus melakukan hal bernilai.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan cuma soal apa yang dikonsumsi atau seberapa rutin berolahraga. Meluangkan waktu untuk berbincang, menyapa teman, serta menjaga koneksi bermakna adalah bagian dari gaya hidup pendukung kesehatan dan umur panjang.

Terkini