JAKARTA - Putri Kate Middleton menduduki posisi puncak dalam daftar busana terbaik tahunan yang dirilis oleh publikasi Tatler tahun ini. Resmi menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris sejak menikahi Pangeran William pada 2011, Kate terbukti menjadi ikon fesyen dengan ciri khas tersendiri.
Meski demikian, dalam beberapa momen ikonis, Kate tercatat tidak mematuhi protokol atau tradisi mode kerajaan yang mengatur tata cara berpakaian secara tertulis maupun tidak tertulis.
Berikut adalah deretan penampilan Kate yang mendobrak kebiasaan mode kerajaan:
Setelan celana menggantikan gaun dan rok
Sebuah sumber pernah menyampaikan kepada People bahwa Ratu Elizabeth II lebih menyukai perempuan kerajaan mengenakan “gaun atau rok daripada setelan celana”. Kate tidak sepenuhnya mengikuti preferensi tersebut.
Pada 2026, ia mengenakan setelan dua potong rancangan Gabriela Hearst saat menghadiri Wimbledon pada 2 Juli. Pilihan tersebut memperlihatkan bagaimana setelan celana kini menjadi bagian dari gaya khas Kate.
Desainer asal Austria, Petar Petrov, bahkan menilai perubahan gaya tersebut membuat Kate terlihat semakin modern.
“Saya rasa sekarang cara berpakaiannya terlihat jauh lebih modern. Dia terlihat lebih santai, dan saya rasa dia bisa semakin memenangkan hati banyak orang karena dia terasa seperti orang biasa yang bisa terhubung dengan masyarakat, seperti Putri Diana,” ujar Petar kepada People.
Topi bertepi lebar di Centre Court Wimbledon
Kate juga nyaris melanggar aturan busana saat menghadiri Wimbledon 2026. Saat duduk di area Centre Court, ia terlihat mengenakan topi bertepi lebar yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk digunakan di Royal Box.
Menurut situs resmi Wimbledon, topi jenis tersebut dapat menghalangi pandangan penonton di belakangnya. Namun, aturan tersebut dilonggarkan saat cuaca panas sehingga pilihan Kate tidak terhitung melanggar protokol.
Busana serba hitam di luar acara duka
Warna hitam memiliki aturan khusus dalam busana kerajaan. Anggota keluarga kerajaan umumnya mengenakan pakaian serba hitam hanya ketika menghadiri acara berkabung atau pemakaman.
Kate mengikuti jejak Putri Diana dengan mengenakan busana serba hitam di luar konteks duka. Saat menemui pemenang The Earthshot Prize di The Principality Stadium Wales pada 2025, Kate tampil mengenakan mantel panjang hitam serta kaus turtleneck bernuansa senada.
Saat menghadiri resepsi kenegaraan di Selandia Baru pada 2014, ia mengenakan gaun hitam berlengan panjang berornamen kristal. Enam tahun berselang, Kate memilih gaun boucle hitam dari Eponine London pada acara Dear Evan Hansen.
Warna netral menggantikan gaya kerajaan yang mencolok
Berbeda dari mendiang Ratu Elizabeth II yang gemar mengenakan warna cerah agar mudah dikenali di tengah kerumunan, Kate memilih palet warna yang lebih tenang.
Saat mengunjungi rumah sakit anak di London pada Juli tahun ini, ia mengenakan gaun putih gading berpadu sabuk hitam. Sementara di Nottingham Trent University pada 2023, ia memakai rok midi dan sweater senada dari Sézane.
Pilihan warna tersebut memperkuat citra Kate yang lebih minimalis dibandingkan generasi kerajaan sebelumnya. Tampilan monokrom juga membuat penampilannya terasa lebih dekat dengan tren mode kontemporer.
Headpiece menggantikan tiara saat penobatan
Momen paling mencolok terjadi saat penobatan Raja Charles III dan Ratu Camilla pada 2023. Alih-alih mengenakan tiara seperti lazimnya perempuan kerajaan dalam upacara penobatan, Kate memilih hiasan kepala berbentuk daun perak berdetail kristal.
Aksesori tersebut dirancang oleh Jess Collett dan Sarah Burton dari rumah mode Alexander McQueen.
“Tiara dikenakan oleh hampir semua perempuan kerajaan pada penobatan Ratu pada 1953, begitu pula banyak perempuan dari kalangan aristokrat. Namun, banyak hal tentu telah berubah dalam 70 tahun terakhir,” sebut Lauren Kiehna dari The Court Jeweller kepada People.