Penanganan Gempa NTT, Kemdiktisaintek Perkuat Peran Kampus

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:03:31 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyalurkan sokongan penuh kepada perguruan tinggi dalam agenda penanganan dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menggelar dialog secara langsung dengan perwakilan sivitas akademika dari beragam perguruan tinggi yang telah diterjunkan ke lokasi demi mendampingi warga terdampak, Rabu (26/8).

"Jadi, tadi kami mendapatkan beberapa informasi, nantinya kami akan menyerahkan kepada Kepala LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) untuk mengoordinasikan titik-titik mana yang masih belum terjangkau. Itu mungkin akan didahulukan seperti yang dicontohkan oleh Unram dan Undana," kata Mendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menteri Brian menjelaskan bahwa Universitas Nusa Cendana (Undana) telah melangsungkan tahapan asesmen berbarengan dengan penyaluran pasokan logistik di beberapa kabupaten. Di samping itu, Undana menyiagakan pula tim medis serta menerjunkan tim KKN Tematik untuk melangsungkan pendampingan bagi masyarakat yang diselimuti trauma pascabencana.

Rincian laporan dari tim medis Undana sekaligus memotret potret kebutuhan penanganan kesehatan di lokasi. Tim yang dihuni para dokter beserta mahasiswa tersebut membuka pelayanan di sederet titik, mencakup puskesmas hingga wilayah desa terdampak. Dalam pemaparan yang disampaikan kepada Mendiktisaintek, tim memaparkan telah merampungkan pemeriksaan kesehatan bagi warga di pelbagai lokasi.

Pada kesempatan berbeda, lanjut Brian, Universitas Mataram (Unram) telah mengulurkan bantuan bagi warga pada pelbagai sektor, seperti pemenuhan pasokan air, pembersihan hunian warga, pembuatan sarana sanitasi MCK darurat, hingga operasional dapur umum. Tim terkait mengutarakan bahwa pasokan air bersih menjadi prioritas awal mengingat jaringan air menuju rumah warga hancur diguncang gempa.

Sementara itu, Universitas Airlangga (Unair) mengutus tim medis spesialis bedah ortopedi berikut Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga menuju kawasan Manggarai Timur. Usai merampungkan asesmen, pihak Unair memaparkan pula rancangan konsolidasi demi memetakan bentuk dukungan lanjutan, termasuk pada ranah pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga ranah psikososial.

Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan sektor perguruan tinggi serta jajaran mahasiswa yang sigap turun tangan mendampingi masyarakat terdampak.

Menteri Brian menggarisbawahi bahwa pada situasi darurat bencana, pengaliran bantuan wajib diselaraskan dengan kebutuhan konkret serta rincian data di lapangan. Menurutnya, himpunan informasi dari sivitas akademika yang lebih awal berada di titik lokasi menjadi acuan vital dalam menentukan wilayah maupun jenis bantuan yang mesti diprioritaskan.

"Koordinasi akan dilakukan untuk mengetahui wilayah yang masih belum terjangkau, sehingga program dari perguruan tinggi yang ingin membantu dapat lebih sesuai dengan kebutuhan," ujar Menteri Brian.

Untuk diketahui, deretan perguruan tinggi lainnya telah turut menerjunkan tim bantuan, seperti Universitas Nusa Nipa, Universitas Flores, Universitas Muhammadiyah Maumere, STIPER Bajawa, Politeknik Cristo Re, serta Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.

Selanjutnya, Institut Nasional Flores, STKIP Citra Bakti, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Universitas Warmadewa Bali, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya di Ruteng, Universitas Hasanuddin, Universitas Sebelas Maret, hingga STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere.

Terkini