BNN Ajak Generasi Muda Cegah Penyalahgunaan Narkotika Demi Masa Depan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:13:32 WIB
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan bahwa ancaman bahaya narkotika tak sebatas merusak kesehatan perseorangan, tetapi turut merintangi Indonesia dalam memaksimalkan potensi bonus demografi.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa keberadaan pemuda yang sehat, berintegritas, terampil, serta produktif menjadi pondasi utama demi merealisasikan visi Indonesia Emas 2045.

"Karena itu, menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika berarti turut menjaga kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa," ucap Komjen Pol. Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Guna meredam persoalan tersebut, BNN tak cuma mengandalkan langkah penindakan hukum, melainkan juga memperkuat strategi pencegahan dari akar masalah melalui lima pilar, yaitu pencegahan, pemulihan, pemberdayaan, ketahanan, serta kolaborasi.

Suyudi memaparkan beragam aksi dilaksanakan lewat penguatan Integrasi Kurikulum Anti-Narkotika (IKAN), penyempurnaan fasilitas rehabilitasi, pemberdayaan warga, hingga pembenahan ekosistem Bersih Narkoba (Bersinar) di lingkup masyarakat.

Atas dasar itu, ia menilai institusi perguruan tinggi memegang peranan vital untuk mendukung agenda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagi Suyudi, lingkungan akademik tak sekadar difungsikan sebagai wadah edukasi, tetapi wajib menjadi ruang tumbuh literasi, riset, serta inovasi demi membentengi mahasiswa dari rongrongan peredaran narkoba.

“Kami ingin mengajak seluruh mahasiswa dan civitas academica untuk dapat menjadi agent of change, agent of prevention, social control, dan future leader,” ujarnya.

Seruan tersebut salah satunya disampaikan langsung di hadapan 4.800 mahasiswa baru Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) di Jakarta, Senin (10/8).

Kala membawakan kuliah umum bertajuk Generasi Bersih: Bela Negara Tanpa Narkoba, Kepala BNN menggarisbawahi bahwa prinsip bela negara dapat diterapkan pemuda lewat keteguhan menjaga diri, lingkungan, serta menolak keras penyalahgunaan narkoba.

Dalam aspek ancaman narkotika, ia menilai aksi bela negara bagi kalangan muda tak lagi berarti memegang senjata, melainkan keberanian bulat untuk menolak penyalahgunaan zat terlarang.

Ia menjabarkan bahwa bahaya narkoba saat ini kian kompleks lantaran menjelma menjadi kejahatan lintas negara yang memanfatkan sarana teknologi digital, jaringan distribusi, sistem finansial modern, hingga ruang siber yang sukar dilacak.

Merujuk pada data resmi, tingkat prevalensi penyalahgunaan narkotika di tanah air sepanjang 2023–2025 berada pada angka 2,11 persen atau setara 4,15 juta jiwa. Rentang usia 15–24 tahun menjadi perhatian serius dengan capaian prevalensi sebesar 2,53 persen.

Di samping itu, Suyudi mewanti-wanti para mahasiswa mengenai tren narkotika jenis baru (NPS) serta maraknya modus penyalahgunaan zat berbahaya lewat cairan rokok elektrik atau vape.

Pihak BNN telah menguji 341 sampel cairan vape dan mengidentifikasi sejumlah kandungan berbahaya, mulai dari synthetic cannabinoid, metamfetamin, hingga etomidate.

Oleh sebab itu, Suyudi berharap 4.800 mahasiswa baru UPNVJ sigap mengemban peran sebagai pionir pencegahan dengan mengedukasi rekan sebayanya, keluarga, dan lingkungan sekitar mengenai bahaya narkoba.

Ia mengulangi penegasan bahwa bahaya narkotika merupakan ancaman nyata terhadap mutu manusia Indonesia, sehingga membutuhkan keterlibatan masif seluruh komponen bangsa guna melindungi masa depan generasi muda.

Agenda kuliah umum ini menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPNVJ Tahun 2026, sekaligus momentum BNN memperkokoh daya tahan pemuda serta menggerakkan peran aktif mahasiswa dalam pencegahan narkoba.

Topik yang diusung dalam kuliah umum tersebut selaras dengan identitas UPNVJ sebagai Kampus Bela Negara, serta sejalan dengan tema PKKMB Tahun 2026, yakni Muda Berkarakter, Bela Negara Berdampak Nyata untuk Bangsa.

Terkini