Logo IMAX Sama tapi Kualitas Beda? Ini Cara Membedakan Layar Asli dan "LieMAX"

Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:39:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Fenomena film The Odyssey kembali memicu perburuan tiket bioskop IMAX, terutama bagi mereka yang ingin menonton karya Christopher Nolan dalam format 70mm. Namun, di balik logo biru yang ikonik, ada jebakan yang kerap tidak disadari: dua bioskop yang sama-sama menjual tiket IMAX bisa memberikan pengalaman yang sangat kontras.

Satu bioskop mungkin punya layar 1.43:1 dengan proyektor film 70mm atau laser ganda. Bioskop lain bisa jadi hanya aula multiplex yang dirombak dengan layar lebih lebar namun jauh lebih kecil. Perbedaan inilah yang melahirkan julukan "LieMAX" di kalangan penggemar film.

Apa Itu LieMAX dan Kenapa Muncul?

LieMAX bukanlah format resmi. IMAX sendiri tidak pernah memasarkan salah satu bioskopnya dengan sebutan tersebut. Julukan ini populer pada 2009, saat penggemar film mengeluh bahwa layar IMAX Digital yang dipasang di multiplex tidak sebesar auditorium raksasa yang selama ini mereka kaitkan dengan merek tersebut.

Saat itu, CEO IMAX Rich Gelfond mengakui bahwa layar anyar bisa lebih kecil, tetapi menegaskan bahwa ukuran layar hanyalah satu bagian dari pengalaman IMAX. Meski begitu, definisi LieMAX hingga kini tidak pernah jelas secara teknis, sehingga tiga orang penggemar film bisa memberikan empat jawaban berbeda tentang apa yang pantas disebut LieMAX.

Urutan Kualitas Proyektor IMAX dari Tertinggi ke Terendah

Untuk memahami kualitas yang Anda dapatkan, kenali hierarki sistem proyeksi IMAX berikut:

  • 15/70 film – Puncak kualitas, mengisi layar 1.43:1 penuh. Ini format yang digunakan Nolan untuk The Odyssey.
  • GT Laser (dual-4K laser) – Padanan digital terdekat yang juga mampu memproyeksikan rasio 1.43:1 di bioskop yang mendukung.
  • CoLa (commercial laser) dan XT – Sistem laser proyektor tunggal yang lebih baru, biasanya punya rasio maksimal 1.90:1.
  • IMAX Digital Xenon – Sistem proyektor ganda 2K lawas yang mulai dipasang sejak 2008. Sistem inilah yang memicu lahirnya julukan LieMAX.

Perlu dicatat, teater laser 1.90:1 modern tidak sama dengan sistem Xenon tua yang dulu memicu keluhan. Sebagian penggemar memakai istilah LieMAX untuk semua yang tidak menampilkan rasio 1.43:1, tetapi sistem Xenon dengan layar lebih kecil justru paling dekat dengan format yang memicu protes awal.

Cara Mengetahui Jenis IMAX Sebelum Beli Tiket

Langkah pertama selalu periksa label pemutaran. Jika tertulis "IMAX 70mm", misteri langsung terjawab. Namun, label "IMAX with Laser" kurang informatif karena bisa merujuk pada berbagai jenis perangkat laser, dan daftar publik IMAX tidak selalu merinci tipe proyektor di setiap auditorium.

Petunjuk berikutnya adalah rasio aspek. Layar IMAX 1.43:1 terlihat lebih tinggi dan persegi dibanding layar 1.90:1 yang lebih lebar. Film yang disiapkan untuk IMAX bisa memanjang vertikal untuk memanfaatkan ruang ekstra ini. IMAX kadang merilis daftar lokasi yang mampu menampilkan gambar lebih tinggi untuk film dengan presentasi khusus 1.43:1.

Ada satu kerumitan: layar besar tidak menjamin proyektor yang digunakan malam itu. Sebagian bioskop punya proyektor film sekaligus sistem laser atau Xenon, sehingga bisa memutar film 15/70 untuk satu judul dan beralih ke proyeksi digital dengan rasio 1.90:1 untuk judul lain. IMAX tidak merinci pengaturan proyektor untuk semua pemutaran di pencari bioskop resminya.

Jika informasi resmi tidak memadai, peta IMAX yang dikelola komunitas dan database teater di subreddit r/IMAX bisa membantu menentukan rasio layar, tipe proyektor, dan kemampuan 70mm. Sumber ini tidak resmi, jadi ada baiknya konfirmasi langsung ke pihak bioskop sebelum menempuh perjalanan jauh.

Apakah LieMAX Selalu Buruk?

Belum tentu — dan di sinilah julukan itu justru menimbulkan kebingungan. Auditorium laser 1.90:1 modern memang tidak bisa menampilkan gambar setinggi teater 15/70 atau GT Laser, tetapi kualitasnya jauh di atas sistem Xenon 2K lawas. Proyektor laser generasi baru memakai resolusi 4K dengan peningkatan kecerahan, kontras, dan warna.

Jenis film juga menentukan. Hanya segelintir judul yang diputar di IMAX setiap tahun yang membuka rasio 1.43:1, dan biasanya hanya untuk beberapa adegan tertentu. Jika presentasi IMAX diformat 1.90:1, teater 1.43:1 tidak akan menampilkan bagian bingkai tambahan yang sebenarnya tidak pernah ada.

Ketika tidak ada presentasi khusus 1.43:1, Dolby Cinema bisa menjadi alternatif premium. Format ini memakai proyeksi laser ganda Dolby Vision 4K dengan suara Dolby Atmos, pilihan tepat untuk film yang mengutamakan kontras, warna, dan audio dibanding ukuran gambar maksimal. Namun, Dolby Cinema tidak bisa meniru bingkai eksklusif 1.43:1 milik IMAX, jadi tidak ada satu format premium pun yang selalu menang untuk semua jenis film.

Terkini