SKK Migas Resmikan Fasilitas Perawatan Turbin Gas Pertama di Asia, Berlokasi di Bandung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 03:46:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Sebanyak 580 unit engine Solar Turbines beroperasi di Indonesia, dan sekitar 75 persen di antaranya menopang sektor hulu migas. Dari jumlah itu, tipe Taurus 60 mencakup 15 persen populasi. Sebelumnya, perawatan besar atau overhaul untuk mesin jenis ini harus dikirim ke luar negeri, memakan biaya logistik tinggi dan waktu tunggu lama.

Fasilitas anyar ini merupakan hasil investasi bersama PT Indoturbine, Solar Turbines, dan PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP). Pembangunannya mengacu pada Road Map Peningkatan Kapasitas Nasional yang disusun dalam Strategic Agreement antara SKK Migas dan Solar Turbines.

Mengapa Fasilitas Ini Krusial bagi KKKS

Kehadiran bengkel overhaul ini memangkas waktu pengerjaan dan biaya logistik yang selama ini menjadi beban Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Optimalisasi biaya perawatan engine di dalam negeri diharapkan menekan cost recovery dan meningkatkan efisiensi operasional hulu migas secara keseluruhan.

Dampak langsungnya terasa pada ketahanan pasokan. Jika sebelumnya gangguan teknis pada turbin bisa menghentikan produksi berhari-hari karena menunggu pengiriman komponen, kini perbaikan dapat dilakukan lebih cepat di dalam negeri.

Transfer Teknologi dan Peluang Ekspor Jasa

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menargetkan fasilitas ini berkembang menjadi pusat unggulan atau center of excellence perawatan engine Solar Turbines di Asia. "Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memberikan layanan dan keahlian kepada pasar regional," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (27/8).

Dari sisi nasional, pengembangan kapabilitas ini membuka ruang transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Efek berganda juga diharapkan mengalir ke industri pendukung, jasa lokal, dan aktivitas manufaktur penunjang di sekitar Bandung.

Sinergi Vendor Development Plan

Peresmian ini merupakan bagian dari Vendor Development Plan yang melibatkan SKK Migas, Solar Turbines, Indoturbine, dan NTP. Tujuannya membangun ekosistem industri penunjang hulu migas yang mandiri dan tidak bergantung pada fasilitas luar negeri.

Perwakilan Solar Turbines dan Indoturbine menyatakan komitmennya mendukung pengembangan kapabilitas overhaul dengan standar teknologi yang sama dengan pabrikan. Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan menginspirasi mitra kerja lain untuk berinvestasi pada industri penunjang migas nasional, sejalan dengan target pemerintah meningkatkan lifting minyak dan gas bumi.

Terkini