JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyalurkan uang harian kepada para relawan yang diterjunkan Kementerian Kesehatan menuju area bencana Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ini kami sudah petakan dan kami akan berikan apresiasi kepada mereka tenaga-tenaga medis ini. Sedang kami bahas ini, kami bahas, mereka akan mendapatkan uang harian dari kami, uang harian untuk yang mereka ikut di dalam sebagai relawan," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Kantor Kementerian Kesehatan, Jumat (28/8/2026).
Dante mengutarakan nominal uang harian yang bakal dikantongi oleh tiap-tiap relawan berada di kisaran Rp 350.000 saban harinya. Ia menyanggah apabila uang harian tersebut dilabeli sebagai bentuk insentif.
"Jadi kalau dibilang insentif kelihatannya tidak sepadan dengan jasa yang mereka keluarkan. Tapi kami berikan biaya transport. Biaya transport ini sekarang kami tetapkan masih di Rp 350.000 per hari buat tenaga kesehatan," ujarnya.
Ada 600 Relawan ke Daerah Gempa NTT
Akumulasi relawan yang telah dikirimkan menuju lokasi bencana menyentuh angka 600 orang. Rinciannya memuat dokter umum sebanyak 210 orang, perawat 149 orang, non-kesehatan 88 orang, dokter spesialis 68 orang, tenaga farmasi 30 orang, surveilans 25 orang, bidan 23 orang, psikologi klinis 3 orang, teknis biomedis 2 orang, keterapian fisik 1 orang, serta kesehatan lingkungan (kesling) 1 orang.
Di samping memperoleh uang harian, para relawan juga bakal dijamin perihal ketersediaan konsumsi harian. Seterusnya, Pemerintah turut menganugerahkan sertifikat berupa satuan kredit profesi (SKP) yang berguna bagi pembaruan surat izin praktik para relawan.
"Jadi penghargaan kami terhadap tenaga medis yang ikut di dalam penanganan pasien bencana ini kami buat secara optimal dan sebaik mungkin karena tanpa mereka kami nggak bisa berbuat apa-apa," ungkap Dante.