JAKARTA - Wakil Presiden Ke-13 RI sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin bersama calon Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin melangsungkan kegiatan ziarah ke makam tokoh pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur.
Agenda ziarah tersebut bertempat di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Rabu (26/8), beberapa saat menjelang pembukaan gelaran Muktamar Ke-35 NU.
Juru Bicara Tim Qanun Asasi (Qonas) Abi Rekso dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa ziarah menuju makam KH Hasyim Asy'ari merupakan ritual tradisi yang amat bernilai bagi kalangan warga Nahdliyin.
Ia menilai atmosfer Muktamar Ke-35 NU memperlihatkan nilai kebersamaan yang erat di antara jamaah NU usai diwarnai berbagai dinamika dalam masa persiapan muktamar.
"Ada istilah di NU, awal gegeran (keributan) diakhiri dengan ger-geran. Jadi, kalau kami lihat di Jombang Nahdliyin tumpah ruah, banyak bazar disambut suka cita seluruh warga Nahdliyin se-Indonesia," katanya.
Momen tatap muka Ma'ruf Amin dengan Gus Kikin menyita perhatian publik karena terjadi bertepatan dengan masa menjelang pemilihan pimpinan PBNU pada Muktamar Ke-35 NU.
Abi menanggapi bahwa perjumpaan kedua figur tersebut tidak secara otomatis dapat diartikan sebagai langkah keberpihakan politik organisasi pada sosok tertentu.
"Tidak semua pertemuan harus dimaknai sebagai dukung-mendukung. Namun, wajar jika Kiai Ma'ruf Amin memberikan restu kepada salah satu calon kuat, yang mana adalah Gus Kikin," ujarnya.
Gus Kikin sendiri tampil sebagai salah satu kandidat Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 NU dengan mengantongi dukungan penuh dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Abi menambahkan, Gus Kikin tidak menempuh strategi kampanye personal seperti pemasangan atribut baliho bergambar dirinya selama muktamar, melainkan fokus mengusung konsep Qanun Asasi sebagai pijakan panduan NU ke depan.
"Saya lihat kemarin keakraban Kiai Ma'ruf dan Gus Kikin di Makam Mbah Hasyim dan Gus Dur. Semoga itu memberikan keberkahan bagi PBNU masa depan," katanya.
Kawasan Pondok Pesantren Tebuireng diketahui menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi jajaran pahlawan dan ulama besar NU, termasuk KH Hasyim Asy'ari serta Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU sendiri diagendakan berlangsung di Jombang mulai 27 hingga 31 Agustus 2026 dengan agenda utama menetapkan susunan pimpinan tertinggi PBNU masa bakti selanjutnya.