Ini 7 Sumber Protein Terbaik untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:16:01 WIB
Ilustrasi Makanan Protein.

JAKARTA — Protein merupakan salah satu zat gizi vital yang sangat dibutuhkan anak pada masa pertumbuhan. Pasokan protein yang memadai memegang peranan dalam pembentukan otot dan tulang sekaligus menopang sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan kebutuhan protein harian buah hati terpenuhi lewat hidangan bernutrisi seimbang. Bahan pangan sumber protein tidak selalu harus berasal dari makanan berharga mahal. Banyak opsi pangan yang gampang dijumpai serta dapat diolah menjadi sajian kegemaran anak.

Kendati demikian, kebutuhan protein tiap anak berbeda-beda, tergantung pada tingkatan usia serta fase pertumbuhannya.

Kebutuhan Protein Anak

Mengutip laman Hiya Health, kebutuhan protein harian anak secara umum dapat dikelompokkan berdasarkan rentang umur:

• Anak usia 1-3 tahun memerlukan sekitar 13 gram protein per hari. • Anak usia 4-8 tahun memerlukan sekitar 19 gram protein per hari. • Anak usia 9-13 tahun memerlukan sekitar 34 gram protein per hari.

Takaran di atas merupakan gambaran secara umum. Kebutuhan setiap anak dapat bervariasi, sehingga skema pola makan ada baiknya disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing.

Lantas, bahan pangan apa saja yang bisa dijadikan sumber protein bagi anak?

Telur Telur menjadi salah satu pilihan sumber protein yang gampang ditemukan serta relatif terjangkau. Bahan pangan ini juga fleksibel diolah menjadi bermacam sajian, mulai dari telur rebus, telur dadar, hingga variasi campuran nasi atau mi.

Sebutir telur berukuran besar menyimpan sekitar 6 gram protein. Telur pun dapat dipadukan dengan bahan makanan lain supaya variasi menu anak kian beragam.

Produk Olahan Susu Produk olahan susu turut menjadi alternatif pas untuk mendongkrak asupan protein anak. Beberapa di antaranya meliputi yoghurt, susu, serta keju. Greek yoghurt, misalnya, dapat dihidangkan bersama potongan buah atau adonan oatmeal.

Sementara itu, susu dan keju bisa ditambahkan ke dalam aneka sajian makanan anak. Untuk anak yang mengonsumsi produk olahan susu, pilihlah varian yang pas dengan kebutuhan serta usianya. Kandungan gula tambahan juga mesti dicermati, khususnya pada produk bersensasi rasa.

Ikan Ikan merupakan bahan pangan kaya protein yang sekaligus menyuplai aneka zat gizi lain. Tidak melulu harus memilih salmon, jenis ikan lokal seperti bandeng dan gurame juga amat layak dijadikan opsi.

Selain kaya protein, bermacam jenis ikan menyimpan asam lemak omega-3, vitamin, serta mineral yang diperlukan dalam fase pertumbuhan, termasuk guna menyokong perkembangan otak. Supaya anak tidak merasa bosan, olahan ikan dapat disajikan dalam bentuk sup, pepes, bakso ikan, atau campuran nasi.

Daging Daging ayam, sapi, maupun kambing sanggup menjadi sumber protein dalam daftar menu harian anak. Jika hendak memilih daging, bagian yang tidak terlampau berlemak bisa dijadikan prioritas utama.

Berdasarkan data yang dihimpun Hiya Health, pada setiap 100 gram bahan terdapat sekitar 18 gram protein pada daging sapi, 31 gram pada daging ayam tanpa kulit, serta 16 gram pada daging kambing. Daging juga sangat fleksibel diolah menjadi bermacam sajian menarik seperti tumisan, sup, bola-bola daging, atau isian nasi.

Selai Kacang Selai kacang dapat dimanfaatkan guna menambah asupan protein anak. Satu sendok makan selai kacang mengandung kurang lebih 4 gram protein.

Selai kacang bisa dioleskan di atas roti gandum, dicampurkan ke dalam adonan oatmeal atau yoghurt, maupun dijadikan bahan pelengkap pancake. Sewaktu memilih selai kacang, telitilah label nutrisinya dan pilih produk yang tidak memuat terlampau banyak gula tambahan atau garam.

Oatmeal Oatmeal tidak sekadar menyimpan kandungan serat, tetapi juga sanggup menjadi salah satu pemicu pasokan protein. Setengah cangkir sajian oatmeal mengandung sekitar 7 gram protein.

Guna mendongkrak kadar protein dalam menu sarapan, oatmeal dapat diolah memakai susu dan dipadukan bersama telur, yoghurt, selai kacang, atau biji-bijian. Tambahan potongan buah juga bisa membuat sajian oatmeal lebih kaya rasa sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral.

Roti Gandum Utuh Roti gandum utuh sanggup menjadi alternatif sajian yang praktis untuk anak. Selembar roti gandum utuh menyimpan sekitar 4 gram protein. Ketersediaan protein dan nutrisi lainnya dapat ditingkatkan dengan menyisipkan telur, keju, atau selai kacang sebagai isian.

Roti gandum dapat dijadikan pilihan sarapan atau bekal sekolah yang praktis. Kendati demikian, tetap cermati komposisi serta kadar gula dan natrium pada produk kemasan yang dipilih.

Memenuhi kebutuhan protein anak tidak mesti mengandalkan bahan makanan yang mahal. Telur, ikan, daging, produk olahan susu, hingga biji-bijian dapat dijadikan bagian dari sajian harian.

Hal yang paling krusial, variasi sumber protein sebaiknya disajikan secara beragam sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang supaya kebutuhan nutrisi anak selama masa tumbuh kembang dapat terpenuhi dengan baik.

Terkini