Kulit Sehat dan Bercahaya Alami Jadi Simbol Status Kemewahan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:17:02 WIB
Ilustrasi Tren Kecantikan Quiet Luxury.

JAKARTA - Kulit sehat kian menjadi pusat perhatian di dunia kecantikan. Seiring dengan semakin telitinya kami dalam merawat kesehatan, kualitas kulit yang prima telah melampaui segalanya.

"Kulit mulus sebening kaca telah menjadi simbol status tertinggi di zaman kami," kata principal strategic foresight analyst di The Future Laboratory, Alice Crossley, melansir Hello! Magazine, Minggu (30/8/2026).

Pori-pori minimal, minim peradangan, dan wajah yang tampak bercahaya dari dalam menurut dia tidak lagi sekadar menunjukkan genetika yang baik.

"Hal itu mengomunikasikan kekayaan, kedisiplinan, serta akses ke perawatan, teknologi, dan produk premium," ucap Crossley.

Menilik pergeseran tren kecantikan modern

Transformasi clean girl jadi tolok ukur kemewahan

Gaya estetika clean girl seperti Hailey Bieber kini telah naik kelas layaknya perawatan spa mewah. Tampilan kulit yang memancarkan kemewahan ini perlahan muncul sebagai bentuk standar sosial baru di masyarakat modern.

"Kulit yang bersih dan sehat kini menjadi cerminan dari gaya hidup yang tertata dengan baik. Kami melihat tampilan kulit mahal kini menjelma menjadi semacam simbol status sosial baru," jelas Crossley.

Hal ini didorong oleh tren gaya hidup awet muda, eksperimen memaksimalkan fungsi biologis tubuh, dan menjamurnya estetika medis.

"Rutinitas skincare pun kini dinilai layaknya sebuah target produktivitas. Semuanya serba terukur, dioptimalkan, dan hasilnya terlihat dengan sangat nyata," lanjut Crossley.

Sementara skincare jelas menjadi fondasi utama, riasan wajah dengan konsep no makeup makeup look menjadi pelengkap wajib bagi siapa saja yang ingin menyempurnakan kondisi genetik bawaannya tanpa terlihat berlebihan.

Gaya makeup minimalis geser tren wajah penuh koreksi

Gaya quiet luxury kian mendominasi, secara pasti menggeser tampilan glamor yang berlebihan dan koreksi wajah berlapis-lapis.

"Ada pergeseran budaya yang lebih besar sedang terjadi. Kami telah melewati masa bertahun-tahun dengan contour tebal, gaya glamor yang intens, filter, dan koreksi berlebihan," kata makeup artist Pati Dubroff.

"Kini, ada momen kembali untuk memercayai wajahmu. Membiarkan kulit terlihat seperti kulit, dan membiarkan ekspresi serta emosi yang memimpin," imbuhnya.

Kecantikan saat ini berfungsi untuk menyempurnakan, bukan mengubah fitur wajah. Kini, banyak orang lebih tertarik pada pendekatan yang lebih alami dan mengutamakan kulit, serta langkah perawatan atau makeup yang mudah.

Menanggapi tren produk yang lebih ringkas ini, Dubroff kembali menekankan pentingnya perawatan dasar.

"Ini dimulai dari kulit. Bukan foundation, melainkan persiapan," tegas dia.

Tips mendapatkan tampilan kulit sehat dan bercahaya alami

Lantas, bagaimana agar kamu bisa mencapai tampilan kulit idaman tersebut? Kuncinya ada pada keseimbangan kelembapan.

"Bagi saya, kulit yang mahal terlihat sehat, terhidrasi, dan terawat," ungkap Global Makeup Artist untuk Merit, Chiho Omae.

"Kuncinya adalah menggunakan produk ringan yang menyempurnakan kulit dan membiarkannya bernapas. Saya selalu memulai dengan skincare untuk menciptakan dasar yang terhidrasi dan halus," lanjut Omae.

Setelah wajah siap, langkah untuk meriasnya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menghilangkan kesan clean look.

"Jika menyangkut coverage, saya akan mengaplikasikan concealer hanya di area yang membutuhkannya dan membiarkan bagian kulit lainnya lebih tipis," terang Omae.

"Lalu, menambahkan dimensi halus dengan produk bertekstur krim, yaitu blush, bronzer, dan highlighter, hanya untuk memberikan rona warna yang sehat, kilau alami, dan tekstur pada kulit," tambah dia.

Secara keseluruhan, tujuannya adalah membuat wajahmu tampak seperti versi terbaik dari dirinya sendiri.

"Formula ringan dapat bekerja dengan indah pada jenis kulit apa pun. Produk yang membiarkanmu membangun coverage akan memberimu keleluasaan untuk menyesuaikan tingkat coverage maupun hasil akhir dengan cara yang terasa tepat untukmu," sebut Omae.

Pada akhirnya, estetika kemewahan dalam riasan ini adalah tentang tahu kapan harus berhenti memoles wajah.

"Ketika kamu tidak melakukan riasan yang terlalu banyak, semuanya akan terbaca sebagai sesuatu yang percaya diri, tanpa usaha berlebih, dan modern, dan justru hal itulah yang pada akhirnya terasa paling didambakan," pungkas Dubroff.

Terkini