Bulog Bangun Lumbung Pangan 4,4 Hektare di Pandeglang, Petani Dapat Pembeli Pasti

Jumat, 04 September 2026 | 09:56:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Lahan yang disiapkan untuk lumbung pangan tersebut berada di Desa Caringin, Kecamatan Labuan. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang, Fahmi, menyebut lokasi ini sejalan dengan rencana tata ruang daerah yang diperuntukkan bagi kawasan tanaman pangan.

“Tanah ini milik Pemda Pandeglang seluas 4,4 hektare. Kebetulan lokasi tersebut sesuai dengan pola ruang Kabupaten Pandeglang masih berwarna hijau dan merupakan kawasan tanaman pangan,” terang dia saat penyerahan sertifikat lahan.

Kepastian Pasar bagi Petani

Keberadaan lumbung pangan ini menjawab persoalan klasik petani: ke mana hasil panen disalurkan. Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menilai peran Bulog sebagai offtaker atau penampung hasil produksi akan menghilangkan kekhawatiran tersebut.

“Dengan Bulog jadi offtaker, tak perlu lagi petani takut mau menyalurkan ke mana hasil panennya, karena sudah siap ada yang menampung,” ujar dia dalam kesempatan yang sama.

Bupati menambahkan, sinergi antara pemda, Bulog, dan petani menjadi kunci penguatan ekosistem pertanian. Pandeglang diharapkan tidak hanya jadi daerah penghasil komoditas pangan, tetapi juga punya sistem penyerapan dan pengelolaan hasil pertanian yang kuat.

Infrastruktur Pendukung di Lokasi

Lokasi yang dipilih dinilai strategis. Lahan hibah tersebut berada dalam satu hamparan utuh dan telah dialiri saluran irigasi. Kondisi ini dinilai memudahkan penyusunan desain bangunan lumbung pangan oleh Bulog.

Fahmi menjelaskan, detail engineering design (DED) proyek nantinya dapat menyesuaikan fakta di lapangan. "Nanti DED yang akan dibuat bisa menyesuaikan dengan kondisi faktual yang ada di lapangan. Supaya rencana membangun lumbung pangan ini bisa terwujud, kita dukung bersama perencanaan yang akan dilakukan oleh Perum Bulog," kata dia.

Penyerapan Panen Hingga Akhir Tahun

Perum Bulog menargetkan serapan hasil panen petani berjalan sampai akhir tahun ini. Direktur SDM dan Transformasi Bulog Pusat, Mayjen TNI (Purn) Ade Prasetya Nurdin, menyebut komoditas utama yang diserap masih didominasi beras.

“Bulog bagian untuk melakukan penyerapan beras. Sampai akhir tahun ini harus menyerap hasil panen petani,” katanya.

Kedepan, Bulog tidak hanya fokus pada beras. Secara bertahap, perusahaan pelat merah ini mulai menyerap komoditas lain seperti kedelai dan gula untuk menekan impor pangan. Ade berharap seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, mempercepat realisasi proyek ini.

Menurut dia, “Dengan begitu akan kita tekan angka impor bahan pangan. Saya harapkan dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah daerah, agar percepatan ini bisa terwujud.”

Bulog dijadwalkan menggarap pembangunan di atas lahan hibah tersebut, memanfaatkan dukungan infrastruktur irigasi yang tersedia. Kehadiran fasilitas ini sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional di tengah target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Terkini