Masih Diburu, Onderdil Timor yang Sudah Tak Diproduksi Punya Peminat Setia

Jumat, 04 September 2026 | 11:31:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Jakarta menjadi saksi bisu perjalanan mobil Timor sejak proyek mobil nasional digulirkan pada 1996. Meski produksinya terhenti setelah krisis moneter 1997, jejaknya masih tersimpan rapi di beberapa toko onderdil, salah satunya di sentra suku cadang Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pemilik toko Indonesia Raya Motor di kawasan Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Wasing, mengaku masih kerap kedatangan pembeli yang mencari komponen Timor. Permintaan memang tidak sebesar dua dekade lalu, tapi masih ada saja.

Ia mencontohkan, belum lama ini tokonya sempat melayani pembeli yang butuh onderdil Timor. Biasanya, mereka bukan sekadar pengguna harian, melainkan bengkel-bengkel dari luar Jakarta dan sekitarnya.

Ketika Mesin Justru Lebih Banyak Dicari

Hal menarik muncul dari pola permintaan. Kalau biasanya pemilik mobil tua memburu komponen yang cepat aus seperti kampas rem atau filter oli, pemilik Timor justru lebih sering mencari bagian mesin. Piston dan ring piston menjadi barang yang paling sering dibeli.

Wasing menyebut, harga onderdil Timor masih relatif terjangkau. Sebagian besar konsumennya memilih komponen imitasi karena harga genuine parts Timor sudah melonjak tinggi.

“Komponen mesin dan kaki-kaki itu yang masih dicari,” kata Wasing saat ditemui kumparan di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Dasbor Timor yang Jadi Buruan Langka

Di luar komponen mesin, ada satu bagian yang cukup sulit ditemukan: dasbor. Materialnya rentan retak seiring usia mobil, sehingga banyak pemilik Timor yang rela mencarinya ke sana kemari.

Masalahnya, dasbor Timor sudah tidak diproduksi lagi. Barang bekas yang tersisa di pasaran pun semakin terbatas, dan harganya ikut melambung jika ada yang menjual.

Untungnya, pemilik Timor masih punya jalan keluar. Mobil ini berbasis Kia Sephia asal Korea Selatan dan memiliki saudara kembar, yakni Mazda Interplay. Sebagian komponen dari kedua model itu bisa saling menggantikan.

Menurun sejak 2010, Tapi Tak Pernah Putus

Wasing menuturkan, permintaan onderdil Timor mulai menurun drastis pada 2010-an. Padahal di awal tahun 2000-an, tokonya masih ramai dilirik pemilik mobil yang dulu dijuluki 'mobil nasional' tersebut.

Konsumen yang datang pun umumnya bukan perorangan. Wasing menyebut sebagian besar pemesannya adalah bengkel dari luar kota, meski masih dalam radius sekitaran Jakarta. Ada yang datang langsung, ada juga yang memesan lewat telepon.

Di sejumlah toko onderdil Sawah Besar, stok komponen Timor memang sudah tidak selengkap dulu. Banyak pedagang hanya menyimpan barang-barang lama yang belum laku, termasuk spare part yang sudah bertahun-tahun di rak.

Meski begitu, keberadaan pembeli setia itu membuktikan bahwa Timor masih punya tempat di hati sebagian orang—setidaknya bagi mereka yang enggan melepas mobil bersejarahnya.

Terkini