CIMB Niaga Catat Penyaluran Kredit Rp247,2 Triliun Semester I 2026

Senin, 07 September 2026 | 04:09:32 WIB
Bank CIMB Niaga.

JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan kinerja bisnis yang stabil pada semester I 2026. Penyaluran kredit dan pembiayaan perseroan berhasil meningkat 6,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp247,2 triliun, seiring dengan penguatan penghimpunan dana murah atau current account and savings account (CASA).

Berdasarkan laporan kinerja keuangan semester pertama 2026, CIMB Niaga mencatatkan dana murah sebesar Rp193,1 triliun atau tumbuh 6,9% YoY. Di samping itu, laba sebelum pajak secara konsolidasian berhasil mencapai Rp4,3 triliun.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut berhasil dicapai berkat penerapan strategi yang disiplin, terutama dalam mendorong penyaluran kredit berkualitas serta memperkuat penghimpunan dana murah.

“Pendapatan operasional [revenue] dan laba operasional sebelum pencadangan [pre-provision operating profit] masing-masing tumbuh 6,8% [YoY] dan 6,5% [YoY],” ujar Lani dalam keterangan, Senin (7/9/2026).

Lani Darmawan menambahkan, peningkatan kontribusi dari pendapatan nonbunga turut membantu mengimbangi penurunan pada pendapatan bunga bersih.

Ditinjau dari kualitas aset, CIMB Niaga mencatatkan perbaikan pada rasio kredit bermasalah (gross non-performing loan/NPL) menjadi 1,83%. Perseroan juga memperkuat alokasi pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Hingga 30 Juni 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp382 triliun, atau mengalami kenaikan 6,7% YoY. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 2,8% YoY menjadi Rp269,3 triliun, dengan proporsi rasio CASA berada di angka 71,7%.

Berdasarkan segmen bisnis, porsi pertumbuhan kredit terbesar berasal dari perbankan korporasi yang melonjak 13,8% YoY. Adapun kredit komersial tumbuh 4,6%, usaha kecil menengah (UKM) naik 2,9%, dan perbankan konsumer tumbuh 0,1%. Pertumbuhan kredit ritel ini turut ditopang oleh Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang naik 4,7% YoY.

Pada sektor syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga membukukan total penyaluran pembiayaan Rp54 triliun dan DPK sebesar Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026. Capaian ini mempertahankan posisi CIMB Niaga Syariah sebagai UUS terbesar di Indonesia.

Selain fokus memperkuat bisnis kredit, CIMB Niaga terus mengakselerasi pengembangan layanan digital. Lebih dari 90% transaksi nasabah telah diproses melalui platform digital seperti OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Hingga Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub.

Tingginya adopsi layanan digital juga mendorong lonjakan transaksi investasi lewat aplikasi OCTO. Pada semester I 2026, transaksi reksa dana tercatat naik 48% YoY, sedangkan transaksi obligasi melonjak hingga 112% YoY.

Lani Darmawan menyatakan CIMB Niaga bakal melanjutkan strategi Forward30 dengan berfokus pada pertumbuhan kredit berkualitas, penguatan CASA, diversifikasi sumber pendapatan, serta pengembangan layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital.

Terkini