JAKARTA — Emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, memaparkan strategi perseroan dalam mengejar target 3,5 juta pelanggan hingga akhir tahun 2026.
Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, menyampaikan bahwa hingga semester I/2026 perseroan telah mengantongi 2,35 juta pelanggan. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-home (FTTH).
“Panduan kami tahun ini adalah kami harus mencapai lebih dari 3,5 juta pelanggan. Kami sangat yakin kami bisa mencapai angka itu, baik dari penambahan di FWA maupun di FTTH,” ucap Shannedy dalam konferensi pers Public Expose Live, Senin (7/9/2026).
Guna merealisasikan target FWA dan FTTH tersebut, Shannedy menjelaskan bahwa WIFI menyiapkan strategi baru dari segi penggelaran jaringan (deployment) maupun penjualan. Kedua pendekatan ini dirancang untuk memacu kecepatan penggelaran dari sisi jumlah titik lokasi (site) hingga transaksi penjualan.
Di samping itu, Shannedy optimistis tingkat perpindahan pelanggan (churn rate) dapat ditekan semaksimal mungkin berkat penawaran harga paket yang sangat kompetitif.
“Strategi untuk improve churn kami adalah dengan harga yang terjangkau, kami juga akan barengi dengan tingkat user experience atau level user experience yang tinggi, dan juga dibarengi dengan stabilitas dari jaringan juga,” tutur Shannedy.
Ia menambahkan, kombinasi aspek-aspek tersebut akan memperbaiki tingkat churn. Perseroan memandang tantangan utama di Indonesia berada pada keterjangkauan harga, pengalaman pengguna (user experience), serta keandalan koneksi jaringan.
Sebelumnya, Shannedy menerangkan dua pendorong utama bisnis WIFI saat ini adalah layanan retail FTTH lewat produk Starlite yang dibanderol Rp100.000 untuk kecepatan hingga 200 Mbps.
Setelah mengamankan alokasi spektrum, perseroan meluncurkan produk kedua bernama Internet Rakyat dengan tarif serupa untuk kecepatan hingga 100 Mbps.
“Dua produk ini yang menjadi leading product kami di market dari sisi affordability dan juga setting the leading benchmark di competitive landscape di fixed broadband,” ucapnya.