BTN (BBTN) Tahan Penerbitan Obligasi, Bidik Sekuritisasi Akhir Tahun

Kamis, 10 September 2026 | 22:06:31 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) masih membuka peluang penerbitan instrumen pendanaan baru demi memperkuat struktur likuiditas serta permodalan. Perseroan memilih menunda penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) tambahan sembari menantikan kebutuhan modal, namun berencana kembali mengeksekusi sekuritisasi aset pada akhir tahun ini.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengutarakan bahwa strategi pendanaan perseroan berbeda jika dibandingkan dengan sejumlah bank lain lantaran karakter bisnis BTN berfokus pada penyaluran kredit perumahan. Hal tersebut menjadikan porsi kepemilikan surat berharga BTN relatif lebih rendah.

“Rasio obligasi kami termasuk SRBI dibanding bank lain memang tidak terlalu besar. Karena BTN heavy di kredit. LDR kami cukup tinggi karena memang bank yang mengabdi untuk menyalurkan kredit perumahan,” ujar Nixon dalam pubex, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan penjelasannya, kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) turut membantu BTN dalam mengelola likuiditas, mengingat dana perseroan lebih banyak dialokasikan untuk ekspansi kredit perumahan ketimbang investasi pada instrumen surat berharga.

Mengenai rencana penerbitan obligasi, Direktur Treasury and International Banking BTN Venda menambahkan bahwasanya BTN masih memiliki ruang penerbitan obligasi subordinasi sebesar Rp3 triliun dari total plafon yang tersedia Rp5 triliun. Sebelumnya, BTN telah menerbitkan obligasi subordinasi senilai Rp2 triliun pada akhir tahun lalu.

“Dari platform yang kami punya untuk subordinasi sebesar Rp5 triliun, masih ada sisa Rp3 triliun. Tapi memang melihat kebutuhan permodalan BTN, nanti akan kami sesuaikan,” ujarnya.

Venda menilai bahwa kondisi permodalan BTN saat ini masih cukup terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) berada pada kisaran 17% sampai dengan 18%, selaras dengan target perseroan. Melalui kondisi tersebut, BTN belum terburu-buru mengeksekusi penerbitan obligasi subordinasi tambahan.

“Kalau memang kami membutuhkan, kami masih bisa eksekusi untuk subordinasinya. Saat ini masih wait and see,” katanya.

Di sisi lain, BTN sedang mempersiapkan aksi sekuritisasi usai dalam dua hingga tiga tahun terakhir tidak melangsungkan transaksi tersebut. Instrumen itu nantinya akan diarahkan guna mendukung pengelolaan likuiditas perseroan.

“Rencananya akhir tahun ini kami akan ada sekuritisasi lagi. Yang sedang berjalan sekarang adalah senior debt untuk managing liquidity,” pungkas Venda.

Terkini