Kinerja Keuangan Meroket TINS Susun Revisi Target RKAP Tahun 2026

Kamis, 10 September 2026 | 02:43:01 WIB
Timah yang diproduksi oleh PT Timah di Indonesia.

JAKARTA - PT Timah Tbk. (TINS) menyiapkan revisi Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) pada 2026 seiring lonjakan kinerja keuangan sepanjang semester I 2026.

Pendapatan perseroan menyentuh Rp10,4 triliun atau melonjak 147 persen secara tahunan, sementara laba bersih meroket 805 persen menjadi Rp2,7 triliun.

Direktur Keuangan TINS Fina Eliani menyampaikan realisasi pendapatan hingga Juni 2026 telah menembus sekitar 67 persen dari target RKAP 2026.

Pencapaian melampaui estimasi tersebut mendorong manajemen menyusun RKAP perubahan.

“Saat ini perseroan sedang menyusun RKAP perubahan dikarenakan dari sisi variabel dan pencapaian kinerja sudah jauh lebih tinggi dibandingkan yang telah disetujui oleh pemegang saham sebelumnya,” ujarnya dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).

Capaian operasional yang solid terlihat dari EBITDA yang menembus Rp3,9 triliun, melonjak 363 persen secara tahunan dan melampaui target setahun penuh.

Dari sisi neraca, aset TINS hingga akhir semester I 2026 tercatat Rp16,4 triliun, naik 21 persen dari akhir 2025 disokong lonjakan kas menjadi Rp4 triliun.

Liabilitas naik 13 persen menjadi Rp5,9 triliun akibat pencatatan kewajiban dividen RUPS Juni 2026 yang telah dituntaskan pada Juli 2026.

Ekuitas perseroan menguat jadi Rp10,5 triliun, didukung arus kas operasi positif Rp3,3 triliun yang tumbuh 608 persen secara tahunan.

Perseroan juga berhasil memangkas utang berbunga sekitar Rp500 miliar menjadi Rp1,78 triliun dari posisi akhir 2025.

Meskipun performa keuangan melesat, TINS memproyeksikan biaya tunai (cash cost) meningkat hingga akhir 2026.

Fina menyebut cash cost semester I 2026 sebesar US$22.435 per metrik ton dan diperkirakan naik ke kisaran US$23.000–US$24.000 per metrik ton pada akhir tahun.

Kenaikan dipicu harga BBM yang melambung, sehingga membebani biaya perolehan bahan baku, material, serta komponen cadangan.

“Namun meskipun dari sisi cash cost mengalami kenaikan, dari sisi margin dapat tetap terjaga karena dari sisi harga kenaikannya jauh lebih tinggi,” jelas Fina.

Untuk belanja modal (capex), TINS mengalokasikan sekitar Rp446 miliar pada 2026, dengan separuhnya untuk operasional produksi dan eksplorasi.

Terkini