Dampak Buruk Terlalu Sering Bersikap Bodo Amat Menurut Psikologi

Kamis, 10 September 2026 | 04:06:01 WIB
Ilustrasi Bersikap Bodo Amat.

JAKARTA - Bersikap cuek atau bodo amat dalam situasi tertentu kerap menjadi cara efektif untuk menjaga ketenangan pikiran dari hal-hal yang tidak penting.

Namun, membiasakan sikap ini secara berlebihan justru dinilai kurang bijak karena berpotensi menjadi pola penghindaran terhadap masalah.

Dalam ilmu psikologi, tindakan mengabaikan emosi atau menghindari persoalan dikenal dengan istilah emotional suppression dan avoidant coping.

Kondisi tersebut berdampak buruk pada kesejahteraan mental serta mengganggu keharmonisan hubungan sosial dengan orang lain.

Dampak pertama adalah emosi yang tertekan dapat memicu penurunan kualitas hubungan romantis serta mengurangi rasa kepuasan sosial.

Sikap pura-pura cuek tidak menandakan bahwa suatu masalah telah selesai, melainkan hanya menumpuk emosi yang belum terproses.

Dampak kedua, kebiasaan menahan emosi bisa membuat seseorang merasa semakin jauh dari lingkungan sekitarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa penekanan emosi berulang dapat menurunkan harga diri, memicu kelelahan mental, hingga menyebabkan suasana hati memburuk.

Dampak ketiga adalah membentuk kebiasaan avoidant coping, yaitu dorongan untuk selalu melarikan diri dari konflik yang seharusnya diselesaikan.

Dampak keempat, persoalan yang dihindari tidak akan menghilang begitu saja hanya karena diabaikan.

Mengelola emosi dengan bijak bukan berarti harus meluapkan semuanya seketika, melainkan memberi waktu untuk tenang tanpa harus menghindari masalah selamanya.

Terkini