Tempe vs Tahu Mana Sumber Protein Nabati yang Lebih Bergizi Tinggi

Kamis, 10 September 2026 | 05:42:31 WIB
Ilustrasi Tempe dan Tahu.

JAKARTA — Tempe menjadi salah satu makanan super asli Indonesia yang semakin diminati lantaran kaya akan nutrisi. Di samping tempe, jenis protein berbasis tumbuhan yang tak kalah diminati masyarakat adalah tahu. Keduanya sama-sama dibuat menggunakan bahan baku kedelai yang padat protein tetapi rendah lemak.

Meskipun tempe maupun tahu sama-sama menyehatkan, timbul pertanyaan mengenai porsi nutrisi mana yang jauh lebih tinggi di antara keduanya.

Sajian tempe dan tahu kaya akan kandungan fitoestrogen yang kerap disapa isoflavon.

Isoflavon sendiri tergolong zat nabati yang menyerupai bentuk kimiawi dan fungsi hormon estrogen, yaitu hormon pengatur pertumbuhan seksual dan reproduksi. Beragam khasiat tahu dan tempe, mulai dari menekan risiko timbulnya kanker tertentu hingga merawat kesehatan organ jantung, bersumber dari asupan isoflavon di dalamnya.

Rangkaian uji ilmiah membuktikan peningkatan konsumsi olahan kedelai berbanding lurus dengan turunnya ancaman penyakit jantung lewat pengelolaan kolesterol serta trigliserida. Lebih mendalam, sebuah penelitian pada hewan uji menguraikan bahwa konsumsi tempe berdaya nutrisi tinggi mampu menekan kadar kolesterol dan trigliserida.

Sifat serupa juga dijumpai pada tahu. Pengujian klinis pada 45 pria menandai bahwa tingkat kolesterol total serta trigliserida tampak merosot drastis sewaktu menerapkan pola makan kaya tahu ketimbang pola makan berbasis daging tanpa lemak.

Salah satu pembeda yang amat mencolok dari tahu dan tempe terletak pada keberadaan zat prebiotik pada tempe yang sangat baik untuk organ tubuh.

Prebiotik merupakan jenis serat alami tidak mudah cerna yang berfungsi memacu perkembangbiakan bakteri baik di organ pencernaan. Kehadiran prebiotik ini menyokong kelancaran buang air besar, meredakan peradangan, menurunkan angka kolesterol, sampai meningkatkan daya ingat.

Oleh karena kadar seratnya yang melimpah, tempe menjadi santapan yang sangat kaya akan prebiotik menguntungkan ini.

Secara khusus, riset laboratorium menemukan fakta bahwa tempe sanggup merangsang pertumbuhan populasi Bifidobacterium, yakni kelompok bakteri usus yang berkhasiat bagi tubuh.

Demi memperoleh khasiat kesehatan yang paling optimal, hindarilah cara mengolah tahu maupun tempe dengan cara digoreng deep fry. Terdapat beraneka ragam metode memasak tempe dan tahu yang terhitung lebih sehat, misalnya melalui proses memanggang, menumis, atau dibuat olahan bacem.

Terkini