Kemenhan Gelar Pelatihan Bela Negara untuk Pelajar menuju Emas 2045

Jumat, 11 September 2026 | 19:27:31 WIB
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melangsungkan Program Penguatan Nasionalisme siswa/i KKRI menuju Generasi Emas di area Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, sejak 5 September hingga 6 Oktober 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan, program tersebut tidak sebatas mengajarkan kedisiplinan bagi para pesertanya, melainkan turut melatih keterampilan yang dianggap relevan bagi generasi muda.

"Peserta juga mendapat materi literasi digital, keterampilan IT dan desain grafis, dinamika kelompok, hingga pemahaman mengenai bahaya narkoba dan terorisme. Jadi pendekatannya cukup komprehensif, tidak hanya kedisiplinan," kata Rico, Kamis (10/9/2026).

Pada eksekusinya di lapangan, sebanyak 121 siswa hadir berpartisipasi mengikuti sesi pembekalan dari total proyeksi awal 151 peserta. Sementara itu, jajaran peserta lainnya absen lantaran dipicu beberapa pertimbangan, seperti kondisi kesehatan, keputusan keluarga, hingga hasil verifikasi data.

Mewujudkan agenda ini, Kemenhan menaruh harapan agar para peserta sanggup bertumbuh menjadi sosok yang lebih mandiri serta siap memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Esensi program ini adalah pembinaan," ujar Rico.

Rico menggarisbawahi bahwa program tersebut memiliki konsep berbeda dengan Komponen Cadangan (Komcad). Ia menerangkan, lewat agenda ini Negara berkeinginan membuka ruang bagi anak-anak muda guna memperkokoh karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, wawasan kebangsaan, sekaligus membekali mereka lewat keterampilan yang berdaya guna bagi masa depan.

"Karena itu, jangan dipersepsikan sebagai Komcad atau militerisasi pelajar. Bela negara dalam konteks ini adalah membangun kesadaran sebagai warga negara dan menyiapkan generasi muda agar lebih disiplin, produktif, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negaranya," ungkap Rico.

Terkini