Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia Dorong Ekspansi Pertamina di Aljazair

Jumat, 11 September 2026 | 20:04:32 WIB
Duta Besar RI untuk Aljazair Yusron Ambary [FOTO: NET].

JAKARTA — Indonesia mengapresiasi sokongan Aljazair terhadap investasi dan ekspansi bisnis Pertamina di Aljazair selama ini, serta mengharapkan agar dorongan tersebut semakin diperkokoh lewat penjajakan peluang kemitraan baru di sektor migas.

Disampaikan Duta Besar RI untuk Aljazair Yusron Ambary, akselerasi nilai perdagangan dan investasi Indonesia-Aljazair menjadi salah satu prioritas utama dalam penugasannya, dan pihaknya bakal mengoptimalkan posisi strategis Pertamina dalam mewujudkan upaya tersebut.

“Kami melihat Aljazair bukan hanya sebagai tempat Pertamina beroperasi, tetapi juga sebagai salah satu pusat pertumbuhan bisnis Pertamina ke depan,” ujar Dubes Yusron melalui keterangan tertulis KBRI Alger yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan Yusron dalam pertemuannya bersama CEO Sonatrach Nour Eddine Daoudi, perusahaan minyak dan gas nasional Aljazair, di Alger, Rabu (9/9/2026).

Yusron memaparkan bahwa peningkatkan nilai perdagangan dan investasi Indonesia-Aljazair merupakan salah satu pilar prioritas penugasannya. Lantaran hal itu, pihaknya akan memaksimalkan posisi strategis Pertamina guna memicu penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Pertamina tercatat telah menancapkan posisinya di Aljazair sejak 2014 sebagai operator blok migas setempat. Pertamina juga sudah mengantongi pembaruan kontrak operasi untuk jangka 25 tahun mendatang dengan opsi perpanjangan selama 10 tahun, kata Yusron.

Ia mendorong Sonatrach untuk berlanjut mendukung langkah Pertamina memperluas jaringan bisnis di Aljazair, sehingga sanggup menyokong Indonesia menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak global.

Sejak awal beroperasi di Aljazair, seluruh pasokan minyak mentah yang didapat dan menjadi hak Pertamina dari negara tersebut langsung dikapalkan untuk diolah di Indonesia, tambahnya.

Di lain pihak, CEO Sonatrach Nour Eddine Daoudi menyampaikan apresiasi atas hubungan baik antara organisasinya dengan Pertamina selaku mitra bisnis, serta KBRI Alger sebagai perwakilan resmi RI di Aljazair.

Ia menuturkan, nilai investasi Pertamina di Aljazair tergolong masih relatif kecil, padahal peluang ekspansi bisnis di negara tersebut membentang cukup luas. Menurut pandangannya, kedekatan aspek politik dan sejarah antara Indonesia dan Aljazair sanggup menjadi pilar penting guna memperluas kemitraan bilateral.

Di samping sektor migas, Sonatrach turut membuka pintu bagi investor Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama pada industri pupuk. Kemitraan tersebut kian terbuka lebar seiring adanya kesempatan investasi asing pada lini produksi urea dan amonia di Aljazair, ujarnya.

Daoudi juga menyampaikan intensinya untuk mengundang Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri agar berkunjung ke Aljazair guna menghadiri North Africa Energy & Hydrogen Exhibition and Conference (NAPEC) pada Oktober 2026 serta Konferensi Internasional Minyak dan Gas pada November 2026.

Lewat penguatan investasi Pertamina beserta pengembangan kerja sama di ranah pupuk dan fosfat, Indonesia mendorong agar kemitraan dengan Aljazair makin kokoh di bidang perdagangan dan investasi, demikian pernyataan KBRI Alger.

Terkini