Wamendagri Imbau Pemkot Batam Ciptakan Ekosistem Ekonomi Menyeluruh

Jumat, 11 September 2026 | 22:44:32 WIB
Wamendagri Bima Arya Sugiarto didampingi oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Kepri, Jumat (11/9/2026).

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengimbau Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk menciptakan ekosistem ekonomi terpadu dari hulu sampai hilir agar kenaikan ekonomi tidak cuma di atas kertas, tetapi sanggup membuka lapangan pekerjaan secara luas.

“Yang penting itu kepala daerah bisa membangun ekosistem. Produksi didorong, hilirisasi dari hulu ke hilir digenjot semua,” kata Wamen Bima Arya di Batam, Jumat.

Ia memaparkan bahwa terdapat beberapa wilayah yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi hasilnya belum sepenuhnya dirasakan oleh publik karena sokongan pertumbuhan masih bertumpu pada lini tertentu saja.

“Banyak daerah tingkat pertumbuhan ekonominya tinggi, tetapi karena hanya bergantung pada hilirisasi energi dan sumber daya alam, dan tidak dibangun ekosistem keseluruhan maka tidak menetes ke bawah. Kemiskinan juga tidak berkurang,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Bima meminta pihak Pemkot Batam melakukan pemetaan pada sektor-sektor potensial yang prospektif untuk dikembangkan, mulai dari industri manufaktur, sektor pariwisata, hingga pendidikan.

“Yang prospektif dari Batam di sektor apa? Sejauh mana turisme punya kontribusi, sejauh mana manufaktur, sejauh mana pendidikan? Itu harus dihitung. Yang disiapkan apa, potensinya apa. Saya yakin Batam bisa,” katanya.

Di sisi lain, ia menilai isu utama yang sering dihadapi oleh Pemkot Batam adalah tingginya arus migrasi penduduk. Pihak pemerintah daerah tidak memiliki wewenang membatasi warga dari daerah lain yang datang untuk mengadu nasib di Batam.

“Orang punya hak untuk bekerja di sini dari seluruh penjuru Nusantara. Yang bisa dilakukan Pemkot adalah penataan kota yang kemudian mengatur itu semua. Harus mulai dengan perencanaan tata ruang, ketersediaan hunian, fasilitas umum yang memadai, hingga lapangan kerja yang siap menyerap,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa Pemkot Batam terus berusaha menyelaraskan laju pertumbuhan ekonomi dan masuknya investasi dengan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Terus terang, kami menginginkan agar pertumbuhan ekonomi dan perkembangan investasi itu berjalan paralel dengan kesempatan kerja yang ada,” kata Amsakar.

Amsakar menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjalankan berbagai langkah strategis demi mendongkrak keahlian tenaga kerja lokal maupun putra daerah, salah satunya lewat pemberian beasiswa pendidikan tinggi serta program pelatihan kerja.

“Tahun ini Pemkot Batam memberi beasiswa kepada anak hinterland Batam yang diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, termasuk 4 anak di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan 30 anak di Politeknik Negeri Batam,” katanya.

Ia menyimpulkan bahwa Pemkot Batam turut mengarahkan program pelatihan keterampilan sesuai klasifikasi kebutuhan industri agar tenaga kerja lokal yang disiapkan bisa langsung terserap oleh pasar kerja.

Terkini