Dampak Gejolak Geopolitik Kalbe Farma Tinjau Ulang Capex Rp1 Triliun

Jumat, 11 September 2026 | 00:42:31 WIB
PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF).

JAKARTA - Emisi sektor kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melakukan peninjauan kembali atas alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang awalnya dianggarkan sebesar Rp1,1 triliun.

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy menerangkan bahwa pihak manajemen juga sedang mengevaluasi sejumlah proyek yang tengah berjalan akibat dinamika geopolitik global yang mengganggu pasokan bahan baku serta kemasan perseroan.

”Untuk tahun ini, pada awalnya kami merencanakan alokasi sekitar Rp1 triliun. Untuk capex tentunya kami akan review kembali dan beberapa capex yang kami siapkan tahun ini adalah untuk penambahan kapasitas baik itu di sektor farma dan juga di nutrisi,” katanya dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Walau tak membeberkan secara terperinci nilai proyeksi capex yang baru, Kartika menegaskan bahwa Kalbe tetap berfokus mengucurkan investasi guna menunjang pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan paparan resmi perusahaan, KLBF tercatat telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp426 juta sepanjang semester I 2026, di mana porsi Rp394 juta dialokasikan untuk aset berwujud dan sisanya bagi aset takberwujud.

”Jadi saat ini kami sedang mereview kembali dan ke depannya kami akan tetap mengalokasikan investasi untuk kebutuhan pertumbuhan, baik di sektor farma, nutrisi, maupun di bisnis kami yang lain,” tegasnya.

Eskalasi gejolak geopolitik serta depresiasi nilai tukar rupiah turut memberikan tantangan pada kinerja keuangan KLBF selama enam bulan pertama tahun ini.

Meski demikian, pendapatan KLBF tetap bertumbuh 14,04 persen year-on-year (YoY) mencapai Rp19,47 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,07 triliun.

Akan tetapi, lonjakan beban penjualan dari Rp3,58 triliun menjadi Rp3,85 triliun pada semester I 2026 memicu pengerosan pada laba bersih perseroan.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat susut menjadi Rp1,91 triliun jika dibandingkan dengan pencapaian semester I 2025 yang berada di angka Rp1,97 triliun.

Terkini