Laga Bali United vs PSS Pecahkan Rekor Penonton di Stadion Dipta

Jumat, 11 September 2026 | 03:50:32 WIB
16.000 penonton menyaksikan laga pekan ke-1 Super League 2026-2027 antara Bali United melawan PSS Sleman [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebanyak 16.000 penonton tercatat memenuhi area Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dalam rangka menyaksikan pertandingan pembuka Super League 2026-2027 antara Bali United kontra PSS Sleman. 

Jumlah tersebut mencakup sekitar 89 persen dari total kapasitas keseluruhan stadion. Kehadiran belasan ribu pasang mata ini sukses membuat partai kandang perdana Bali United di musim kompetisi Super League 2026-2027 terasa begitu meriah sekaligus menorehkan catatan rekor yang impresif.

Dari total keseluruhan penonton yang hadir langsung di arena, duel antara Bali United versus PSS Sleman ini menempati posisi sebagai pertandingan dengan jumlah kehadiran penonton terbanyak kedua di sepanjang pekan pertama Super League. 

Laga pembuka yang memegang rekor pencapaian penonton tertinggi diraih oleh pertemuan Persib Bandung menghadapi PSM Makassar yang dihadiri sebanyak 24.923 penonton.

Rekor Baru di Stadion Kapten I Wayan Dipta

Kehadiran total 16.000 penonton secara resmi menorehkan rekor baru perihal jumlah kehadiran penonton terbanyak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang terletak di kawasan Gianyar tersebut.

“Atmosfer di stadion sangat bagus. Penontonnya juga luar biasa. Suporter kedua tim bisa berdampingan dengan baik, jadi sangat menyenangkan berada di stadion sebagai pelatih,” kata pelatih Bali United, Johnny Jansen.

“Saya pikir para pemain juga menikmatinya. Atmosfernya bagus dan kami mendapatkan tiga poin, jadi saya sangat senang dengan kemenangan ini,” imbuhnya.

Angka pencapaian tersebut sekaligus sukses melampaui rekor jumlah penonton tatkala skuad berjuluk Serdadu Tridatu itu menjamu kedatangan Persib Bandung pada bulan Januari 2025 silam yang menyentuh angka 10.868 orang.

Antusiasme luar biasa penonton ini turut menghadirkan nuansa yang berbeda lantaran laga kali ini sekaligus menandai momen resmi kembalinya suporter tim tamu untuk kembali mendampingi klub kesayangan mereka langsung di stadion. Seperti diketahui, sudah sekitar empat tahun lamanya suporter tim tamu dilarang untuk menghadiri pertandingan tandang.

Kini, regulasi baru dalam ajang Super League 2026-2027 kembali membuka lebar kesempatan tersebut. Para pendukung setia klub PSS pun turut hadir langsung melakukan perjalanan away day demi memberikan dukungan penuh bagi tim kebanggaan mereka.

Kehadiran dua kelompok suporter berbeda warna di tribun penonton secara otomatis memberikan corak dan daya tarik tersendiri pada laga pembuka Bali United.

Harus Bayar Denda

Kendati demikian, rampungnya pertandingan tersebut turut menyisakan pekerjaan rumah bagi manajemen Bali United untuk merespons persoalan lain di luar lapangan hijau. Komite Disiplin PSSI secara resmi menjatuhkan sanksi denda kepada pihak Bali United sebagai konsekuensi atas penyalaan satu buah petasan oleh oknum penonton selama jalannya laga berlangsung. Klub pun dikenai denda sebesar Rp 60 juta.

Melalui saluran resmi media sosial mereka, manajemen Bali United mengumumkan bahwa insiden petasan tersebut dinyalakan tatkala pertandingan memasuki menit ke-82. Pihak klub secara tegas mengingatkan seluruh suporter agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat pelanggaran beruntun di masa mendatang berpotensi memicu sanksi hukuman yang jauh lebih berat.

Oleh sebab itu, klub mengajak segenap elemen pendukung untuk bahu-membahu menjaga aspek keamanan serta kenyamanan bersama selama berada di dalam kawasan stadion.

Juru taktik Bali United berkebangsaan Belanda, Johnny Jansen, mengeklaim bahwa dirinya sama sekali tidak memandang antusiasme dukungan suporter sebagai sebuah sumber masalah. Sebaliknya, ia justru menilai bahwa atmosfer positif yang tersaji pada laga kandang sebelumnya sudah berjalan dengan sangat baik.

“Jadi, para pendukung kami, saya rasa saya tidak perlu memberi mereka pesan, karena saya pikir kami memiliki atmosfer yang luar biasa. Saya pikir para penggemar melakukan hal yang sangat baik di pertandingan terakhir,” kata Johnny Jansen.

Namun, pelatih kepala asal Belanda tersebut tetap memberikan garis bawahan bahwa euforia semangat dalam memberikan dukungan harus tetap diletakkan di dalam koridor aturan yang wajib dihormati, khususnya regulasi terkait keamanan pertandingan.

“Tapi tetap saja, ada aturan dan jika itu tentang kembang api atau hal semacam itu, ya, ada aturannya. Jadi jika kami melemparkannya ke lapangan atau di tempat lain, ya, itu tidak diperbolehkan, jadi kami tidak bisa melakukan itu. Tapi dalam atmosfer, dalam koneksi yang kami miliki dengan tim dan para penggemar, itu luar biasa,” tutur mantan pelatih PEC Zwolle tersebut.

“Jadi saya tidak perlu memotivasi mereka untuk menciptakan atmosfer yang baik. Tapi ada aturannya, itu saja,” pungkasnya.

Skuad Serdadu Tridatu dipastikan tidak mempunyai banyak waktu luang untuk berlarut-larut dalam euforia kemenangan perdana mereka. Pasalnya, mereka sudah harus bersiap melakoni laga kandang pekan kedua ajang Super League 2026-2027 dengan menjamu klub promosi Isenmulang Kalteng FC pada hari Sabtu (12/9/2026) malam.

Pertandingan tersebut sejatinya dijadwalkan mentas di markas lawan yakni Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya. Akan tetapi, situasi darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pekatnya kabut asap yang melanda wilayah Kalimantan Tengah memaksa laga krusial ini harus dipindahkan venue penyelenggaraannya ke Gianyar.

Terkini