Langkah Samsung Bidik Pengguna iPhone di Tengah Rilisnya iPhone Duo

Jumat, 11 September 2026 | 04:16:01 WIB
iPhone Duo.

JAKARTA - Persaingan pasar ponsel pintar lipat kasta atas memasuki babak baru setelah Apple resmi merambah segmen tersebut. Di tengah momentum debut iPhone Duo, Samsung mengklaim semakin banyak pengguna iOS yang berpindah ke lini Galaxy Z Fold8 bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Juru bicara Samsung mengungkapkan bahwa secara global persentase pengguna iOS yang beralih ke seri Galaxy Z Fold8 keluaran Juli 2026 melonjak hingga 1,6 kali lipat dibanding migrasi pada generasi Galaxy Z Fold7 dan Flip7.

Pencapaian ini menjadi salah satu indikator utama yang ingin ditonjolkan Samsung saat Apple mulai memasarkan gawai lipat pertamanya. Dinamika persaingan kini tidak sebatas memperebutkan pembeli baru, melainkan juga memikat para pemakai dari ekosistem smartphone kompetitor.

Samsung telah merintis kategori ponsel lipat selama bertahun-tahun. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut telah memajang Galaxy Fold perdana pada 2019, atau sekitar tujuh tahun sebelum Apple akhirnya merilis iPhone Duo.

Apple pada 9 September 2026 resmi memperkenalkan iPhone Duo sebagai varian iPhone lipat pertamanya. Perangkat ini menjadi salah satu ajang peluncuran produk berskala besar perdana di bawah nahkoda CEO anyar Apple, John Ternus.

Masuknya Apple secara otomatis membuat peta persaingan pada segmen premium menjadi kian sengit. Samsung kini berhadapan langsung dengan lawan yang mengantongi basis pengguna iPhone berukuran masif serta berpeluang memanfaatkan keutuhan ekosistem Apple demi mendorong adopsi gawai lipat.

Samsung turut membeberkan dinamika penjualan Galaxy Z Flip8 di wilayah Amerika Serikat. Sebanyak 30 persen pembeli Galaxy Z Flip8 di negara tersebut tercatat sebelumnya mengoperasikan smartphone dari merek pesaing.

Sebagian besar dari konsumen yang berpindah itu bahkan merupakan pengguna yang baru pertama kali memiliki HP layar lipat. Data tersebut menandakan Galaxy Z Flip8 tidak sekadar difungsikan untuk menjaga kesetiaan pengguna lama, tetapi juga menjadi gerbang masuk bagi konsumen yang belum pernah memakai perangkat foldable.

Untuk varian Galaxy Z Fold8, daya tarik utama yang paling banyak diutarakan pembeli adalah profil desain yang makin tipis dan ringan. Kehadiran layar bagian dalam juga menjadi daya pikat utama lantaran menyajikan area yang lebih lapang guna menjalankan pelbagai aktivitas secara bersamaan serta menikmati konten.

Di sisi lain, para pembeli Galaxy Z Fold8 Ultra lebih kepikat oleh bentang layarnya yang sangat luas. Area kerja ekstra tersebut dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang membuat pengguna tidak perlu lagi bergantung pada unit tablet terpisah untuk menyelesaikan kebutuhan tertentu.

Selain mengandalkan ketangguhan perangkat keras, Samsung juga terus mempermudah proses migrasi dari sistem iPhone ke ekosistem Galaxy. Perusahaan memutakhirkan fitur Smart Switch agar pengguna iPhone dapat memulai proses transfer data secara nirkabel hanya dengan memindai kode QR yang tampil di layar perangkat Galaxy.

Lewat metode baru ini, pengguna iPhone dengan perangkat serta sistem operasi yang memenuhi syarat tidak wajib lagi memasang aplikasi Smart Switch terlebih dahulu di iPhone mereka. Samsung menyediakan alur pemindahan file via koneksi nirkabel seusai kode QR dipindai memakai kamera iPhone.

Kategori data yang sanggup dipindahkan mencakup beragam informasi vital, mulai dari kontak, foto, video, kalender, pesan, dokumen, catatan, aplikasi tertentu, hingga sejumlah pengaturan perangkat. Samsung turut menggarisbawahi bahwa cakupan dukungan data dapat berbeda tergantung pada tipe perangkat dan sistem operasi yang terpasang.

Bagi calon pengguna Galaxy yang sebelumnya memakai iPhone, kepraktisan alur migrasi ini menjadi poin krusial dalam pertimbangan berganti perangkat. Kemudahan memboyong data dari ekosistem lama dapat menjadi penentu sebelum konsumen memantapkan pilihan untuk berpindah gawai.

Meski Samsung masih memegang kendali sebagai pemain utama, proyeksi lanskap pasar mengindikasikan bahwa masuknya Apple sanggup mengubah dinamika industri ponsel lipat dalam waktu singkat. Lembaga Counterpoint Research pada Juli 2026 memprediksi Samsung akan tetap menguasai pasar foldable global lewat pangsa 32 persen pada tahun ini.

Melalui proyeksi serupa, Apple diperkirakan sanggup mengamankan 25 persen pangsa pasar pada tahun pertamanya berkiprah di segmen ini. Huawei diproyeksikan mengantongi 24 persen, yang kemudian disusul Motorola sebesar 8 persen dan HONOR sebanyak 3 persen.

Counterpoint turut memproyeksikan pengiriman smartphone lipat secara global pada 2026 bakal tumbuh 21 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap gawai lipat premium, persaingan antarprodusen yang kian ketat, serta hadirnya Apple di kategori ini.

Dalam rilis pembaruan terkini, Counterpoint menaksir Samsung tetap bertengger sebagai pemimpin pasar foldable pada 2026, meski persentase proyeksi pangsanya dapat menyesuaikan pembaruan periode riset. Pada pembaruan September misalnya, Samsung diperkirakan menguasai 38 persen pasar dan Apple 25 persen, disusul Huawei dengan 22 persen.

Sengitnya rivalitas ini membuat kapabilitas Samsung dalam mempertahankan basis pengguna lama sekaligus menggaet pelanggan dari ekosistem lain menjadi kian krusial. Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 kini harus bersaing langsung melawan iPhone Duo sewaktu Apple mulai membangun pijakan kuat di pasar ponsel lipat.

Terkini