Dipicu Kemarau Panjang Harga Cabai Merah Besar Lokal Sukabumi Naik

Selasa, 15 September 2026 | 23:19:32 WIB
Ilustrasi Pedagang sedang memilah Cabai rawit.

JAKARTA - Di tengah situasi musim kemarau panjang ekstrem, pergerakan harga aneka bahan pangan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terus memperlihatkan dinamika fluktuasi. Tren kenaikan tersebut diduga kuat dipicu oleh terhambatnya rantai pasokan.

Di kawasan Pasar Pelita serta Tipar Gede contohnya, catatan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) setempat menunjukkan lonjakan pada sejumlah bahan pokok. Salah satunya menimpa komoditas cabai merah besar lokal.

Saat ini patokan harganya menyentuh Rp80 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, nilai jual komoditas tersebut bertahan pada kisaran rata-rata Rp75 ribu per kilogram.

"Ada kenaikan sebesar Rp5 ribu per kilogram pada komoditas cabai besar merah lokal," kata Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M Rifki, Selasa (15/9).

Rifki menyinyalir, tergerusnya pasokan menjadi penyebab utama naiknya komoditas cabai merah besar lokal. Sebab, terdapat potensi besar para petani mengalami kegagalan panen akibat paparan kemarau panjang.

"Bisa jadi kemungkinan karena pasokan yang berkurang karena kondisi cuaca panas," tuturnya.

Melonjaknya harga cabai merah besar lokal turut dibuntuti oleh komoditas kacang hijau impor. Saat ini angka penjualannya rata-rata berada pada kisaran Rp44 ribu dari posisi sebelumnya di angka Rp43 ribu per kg.

Di samping itu, patokan harga komoditas bahan pokok lainnya teridentifikasi masih relatif stabil. Pada sektor beras, varian Ciherang I Cianjur serta premium kelas I bertahan pada kisaran Rp15.200 per kg, lalu beras Ciherang Cianjur II dan premium kelas II berada di tingkat Rp14.800 per kilogram.

Sementara itu, pasokan daging sapi dipatok Rp135 ribu per kilogram dan daging ayam broiler dijual seharga Rp42 ribu per kilogram.

"Untuk komoditas yang lain masih cukup stabil. Kami terus pantau untuk memastikan harga berbagai komoditas terkendali," pungkasnya.

Terkini