Rupiah Diprediksi Melemah terhadap Dolar AS pada 15 September 2026

Selasa, 15 September 2026 | 00:30:31 WIB
Ilustrasi Rupiah.

JAKARTA - Mata uang rupiah diproyeksikan masih berada di bawah tekanan menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) dalam sesi perdagangan Selasa (15/9/2026), dengan rentang pergerakan diperkirakan mencapai Rp17.660-Rp17.710 per dolar AS.

Merujuk data TradingView, mata uang garuda pada penutupan perdagangan Senin (14/9) merosot 0,33 persen menuju level Rp17.669 per dolar AS. Tren pelemahan ini turut melanda sebagian besar mata uang di kawasan Asia, seperti baht Thailand yang menyusut 0,56 persen, ringgit Malaysia 0,14 persen, serta rupee India 0,12 persen.

Mata uang peso Filipina juga terkoreksi 0,24 persen, dolar Taiwan terdepresiasi 0,42 persen, won Korea tergerus 0,33 persen, dolar Singapura turun 0,28 persen, dan yen Jepang tertekan 0,49 persen. Sebaliknya, yuan China menjadi satu-satunya yang mampu merangkak naik tipis.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengemukakan bahwa penurunan nilai tukar rupiah salah satunya terdorong oleh perselisihan Iran dan AS yang belum kunjung mereda. Situasi geopolitik ini dinilai mengganggu kelancaran pasokan energi minyak di wilayah Timur Tengah.

Di samping itu, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi mengumumkan penundaan agenda forum regional antara pihak Iran dengan negara-negara Teluk. Padahal, wacana pertemuan yang semula dijadwalkan pada Senin tersebut sempat meredam laju kenaikan harga minyak dunia pada pekan sebelumnya.

“Namun, dengan ditundanya pertemuan tersebut tanpa batas waktu yang jelas, Selat Hormuz kemungkinan akan tetap menjadi wilayah yang diperebutkan dalam waktu dekat. Pasokan minyak melalui jalur tersebut telah menyusut drastis hingga jauh di bawah tingkat sebelum perang menyusul memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran pada bulan Agustus,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (14/9/2026).

Meninjau perekonomian AS, laporan inflasi periode Agustus menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) inti naik 0,3 persen secara bulanan. Ibrahim menyebut pencapaian data ini semakin menguatkan proyeksi pasar terkait penetapan suku bunga acuan The Fed pada rapat pekan ini.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 88 persen pelaku pasar mengantisipasi adanya peluang kenaikan suku bunga pada September 2026.

“Kenaikan suku bunga juga dapat memicu ketegangan politik bagi The Fed. Presiden Donald Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga pada hari Minggu, melanjutkan kritik terbarunya terhadap sikap kebijakan bank sentral tersebut,” tegasnya.

Sementara dari koridor domestik, pembuat kebijakan dinilai masih memiliki ruang untuk merealisasikan efisiensi alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengamankan defisit APBN tetap berada di bawah ambang batas 3 persen. Namun, upaya menjaga defisit ini diakui memerlukan pemangkasan belanja yang cukup signifikan.

Ibrahim menilai pemerintah harus cermat mengawal efektivitas penggunaan dana. Apabila opsi efisiensi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) masih memungkingkan, tindakan penghematan alokasi belanja tersebut dapat dilanjutkan.

“Efisiensi dapat dilakukan dengan memangkas pemborosan operasional, biaya dapur yang tidak efisien, logistik, maupun cakupan program yang terlalu longgar. Dengan demikian, penghematan anggaran tidak harus mengorbankan tujuan utama program MBG,” tegasnya.

Untuk pergerakan Selasa (15/9/2026), Ibrahim memprediksi rupiah bakal berfluktuasi dan cenderung berakhir melemah pada kisaran Rp17.660-Rp17.710 per dolar AS.

Pada pembukaan pasar pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah bergerak stagnan di posisi Rp17.669 per dolar AS. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS terpantau menguat 0,21 persen menuju posisi 99,60.

Memasuki pukul 10.53 WIB, rupiah terkoreksi 0,06 persen atau tergerus 11 poin ke level Rp17.680 per dolar AS, seiring indeks dolar AS yang konsisten naik 0,21 persen ke level 99,60.

Tekanan berlanjut hingga pukul 13.55 WIB dengan rupiah yang melemah 0,19 persen atau terkikis 33 poin ke level Rp17.702 per dolar AS.

Pada sesi penutupan sore hari, nilai tukar rupiah secara resmi ditutup melemah 0,14 persen ke posisi Rp17.694 per dolar AS.

Terkini