JAKARTA - Korlantas Polri menyiapkan 10 ruas tol fungsional untuk digunakan saat mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Tujuannya adalah mengurangi kepadatan di jalur utama menuju berbagai daerah, sekaligus meningkatkan kenyamanan pemudik. Ruas tol ini meskipun belum beroperasi penuh, diharapkan mampu menampung sebagian arus kendaraan yang biasanya menumpuk di jalur utama.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Faisal, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya sinergi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait agar mudik tahun ini lebih aman dan lancar.
“Tahun ini ada 10, ada 10 ruas tol yang fungsional, ya,” ujar Faisal.
Tol Jakarta–Cikampek Selatan Jadi Jalur Alternatif
Salah satu ruas yang diperkirakan memegang peran besar dalam mengurangi kepadatan kendaraan adalah Tol Jakarta–Cikampek Selatan.
Hasil survei Badan Usaha Jalan Tol menunjukkan jalur ini akan siap digunakan saat arus balik, sehingga sebagian kendaraan yang biasanya menumpuk di Tol Jakarta–Cikampek bisa dialihkan ke jalur ini.
Faisal menjelaskan skema pengalihan arus kendaraan. “Jadi Sadang nanti, begitu nanti arus dari Bandung, itu yang tahun lalu semua masuk ke Cikampek, tahun ini sudah sebagian akan kita masukkan ke Japek Selatan nanti akan kumpul ke Setu, jadi JORR 2,” ungkapnya.
Skema ini memungkinkan sebagian kendaraan dialihkan ke jalur alternatif sehingga kepadatan di jalur utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat berkurang.
Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi Seksi 3 Turunkan Beban Lalu Lintas
Selain itu, Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi Seksi 3 akan difungsikan untuk membantu kelancaran arus kendaraan menuju Sukabumi. Ruas ini diprediksi dapat mengurangi kemacetan di titik rawan seperti Pasar Cibadak.
“Ruas tol fungsional ini sudah bisa digunakan dari Parung Kuda langsung keluar ke Karang Tengah, sehingga bisa menghindari titik kritis Pasar Cibadak. Ini bisa digunakan baik saat mudik maupun arus balik,” terang Faisal. Pemanfaatan tol ini diharapkan membuat perjalanan pemudik lebih cepat, aman, dan nyaman.
Tol Prambanan–Yogyakarta Membantu Arus Lalu Lintas Wilayah Yogyakarta
Untuk wilayah Yogyakarta, Tol Prambanan–Yogyakarta akan digunakan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar kota. Skema ini memungkinkan distribusi arus kendaraan lebih merata, sehingga titik-titik kemacetan di jalan nasional dan kota dapat dikurangi.
Pos Pemeriksaan Kendaraan dan Pengemudi
Korlantas Polri juga menyiapkan pos pemeriksaan untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan rental selama mudik. Salah satu pos akan ditempatkan di KM 81, untuk memantau kondisi pengemudi dan kendaraan yang melintas.
Faisal menekankan, pemeriksaan ini bukan hanya untuk memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga mencegah kecelakaan akibat pengemudi kelelahan.
“Pada saat mereka di checkpoint ini, hasil pemeriksaan identifikasi ada capek dan sebagainya, kita berikan sarana untuk istirahat. Kalau dipaksa, ini rawan sekali menimbulkan laka lantas,” jelasnya.
Pengalihan Arus dan Keamanan Pemudik
Skema pengalihan arus kendaraan dan pemanfaatan tol fungsional ini diharapkan memberi dampak signifikan pada kelancaran mudik. Ruas tol fungsional memungkinkan kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagian dialihkan ke jalur alternatif seperti Japek Selatan, sehingga Tol Jakarta–Cikampek tidak terlalu padat.
Selain itu, titik pemeriksaan di jalur strategis juga menjadi sarana mengurangi risiko kecelakaan. Pemeriksaan meliputi identifikasi pengemudi, kondisi kendaraan, dan penyediaan fasilitas istirahat.
Langkah ini penting agar pengemudi tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serius.
Manfaat Tol Fungsional bagi Pemudik
Pemanfaatan tol fungsional membantu distribusi arus kendaraan lebih merata. Hal ini membuat perjalanan lebih cepat dan mengurangi tekanan pada jalur utama. Pemudik bisa menikmati perjalanan lebih aman dan nyaman, sementara pihak kepolisian dapat memantau dan mengatur arus lalu lintas dengan lebih efektif.
Faisal menambahkan, pengalihan sebagian kendaraan ke jalur alternatif juga akan meningkatkan efisiensi penggunaan tol dan mempercepat arus balik setelah Lebaran. Dengan strategi ini, risiko kemacetan parah di jalur utama dapat diminimalkan.
Kolaborasi Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi Korlantas Polri, Badan Usaha Jalan Tol, serta pemerintah daerah setempat. Sinergi ini penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan tol fungsional dan memastikan pengawasan arus kendaraan tetap terjaga.
Selain itu, koordinasi dengan pengelola tol memungkinkan update informasi real-time mengenai kondisi jalan, kepadatan, dan posisi kendaraan pemudik. Informasi ini penting untuk penyesuaian skema pengalihan arus secara dinamis.
Pemanfaatan 10 ruas tol fungsional selama mudik dan arus balik Lebaran 2026 menjadi salah satu strategi utama Korlantas Polri untuk memastikan perjalanan pemudik lebih lancar dan aman.
Dengan skema pengalihan arus, pos pemeriksaan kendaraan, serta fasilitas istirahat bagi pengemudi, risiko kemacetan dan kecelakaan dapat dikurangi secara signifikan. Pemudik pun bisa menikmati perjalanan Lebaran yang lebih nyaman dan aman.