JAKARTA - Pertumbuhan industri gim di Indonesia kini menjadi sorotan utama pemerintah.
Dengan penetrasi internet yang semakin luas, adopsi teknologi digital, dan jumlah pemain yang terus meningkat, subsektor gim kreatif menunjukkan ekspansi signifikan.
Pemerintah menilai, potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap membutuhkan strategi kebijakan yang lebih terfokus agar gim lokal dapat bersaing secara global sekaligus memperkuat pasar domestik.
Pada 2025, nilai ekspor pengembang gim Indonesia mencapai US$60,8 juta, menjadikan subsektor ini penyumbang ekspor terbesar keempat setelah fesyen, kriya, dan kuliner.
Kendati demikian, pangsa pasar lokal masih sekitar 1%, dan hampir seluruhnya didominasi produk impor. Hal ini menunjukkan adanya celah besar untuk pertumbuhan industri dalam negeri yang perlu segera diisi dengan kebijakan yang tepat.
Sebagai langkah strategis, Kemenko PM menggelar kegiatan Public Hearing Ekosistem Gim Nasional dengan tema “Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim”.
Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah untuk menjaring aspirasi langsung dari pengembang, investor, dan praktisi, sekaligus menilai tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.
Pertumbuhan dan Tantangan Industri Gim
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, mengapresiasi laju pertumbuhan industri gim di Indonesia. Menurutnya, meski ekspor pengembang gim termasuk besar dalam ekonomi kreatif, kondisi pasar domestik masih tertinggal.
“Pangsa pasar gim lokal di dalam negeri masih sekitar 1% dan didominasi produk impor. Hal ini menunjukkan perlunya kebijakan yang mampu memperkuat posisi pengembang lokal,” ujarnya.
Leontinus menekankan, Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 telah diterbitkan untuk mendorong pengembangan industri gim. Tujuannya adalah agar produk lokal tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat global.
Namun, tantangan masih nyata. Pemerintah mencatat sejumlah kendala struktural, mulai dari keterbatasan pendanaan, dominasi publisher asing, hingga regulasi yang belum sepenuhnya sesuai praktik lapangan.
Forum public hearing menjadi cara pemerintah untuk menyerap masukan pelaku industri, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih aplikatif dan relevan.
Peran Forum Public Hearing
Public hearing yang diselenggarakan Kemenko PM berfungsi sebagai sarana dialog langsung antara pembuat kebijakan dan pelaku industri. Leontinus menegaskan bahwa masukan dari praktisi sangat krusial agar kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berbasis asumsi birokrasi, tetapi juga mencerminkan kebutuhan nyata industri.
“Melalui forum ini, pemerintah mendengar langsung kendala di lapangan, mulai dari pendanaan hingga dominasi publisher asing. Masukan tersebut akan dirumuskan menjadi langkah konkret termasuk policy brief untuk memperkuat ekosistem gim nasional,” jelasnya.
Forum ini juga membahas strategi penguatan ekspor, perluasan pasar domestik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan adanya koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan, kebijakan yang dihasilkan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri gim lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Pandangan Praktisi dan Investor
CEO Toge Productions, Kris Antoni Hadiputra, menyambut baik inisiatif pemerintah yang membuka ruang dialog. Menurutnya, forum ini memberi harapan bahwa kebijakan mendatang lebih selaras dengan kebutuhan pengembang lokal dan dapat mendorong gim Indonesia naik kelas.
“Kami berharap kebijakan ke depan tidak hanya teoritis, tetapi bisa diimplementasikan dengan langkah nyata di lapangan, mulai dari pendanaan, regulasi, hingga dukungan ekspor,” ujar Kris Antoni.
Para investor dan praktisi menekankan pentingnya insentif fiskal, kemudahan akses pasar, serta perlindungan terhadap hak cipta dan lisensi digital. Dengan langkah-langkah ini, industri gim lokal berpotensi mencetak pertumbuhan yang lebih cepat, meningkatkan nilai ekspor, sekaligus memperluas lapangan kerja di sektor kreatif.
Strategi Pemerintah untuk Industri Gim
Beberapa strategi yang tengah digarap pemerintah antara lain:
Penguatan regulasi dan kebijakan fiskal: Memastikan Perpres Nomor 19 Tahun 2024 diterapkan secara konsisten, memberikan kemudahan bagi pengembang lokal.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia: Melalui pelatihan, workshop, dan sertifikasi bagi pengembang gim.
Dukungan pendanaan dan investasi: Menyediakan skema pembiayaan dan insentif bagi startup gim lokal.
Perluasan pasar domestik: Membuka peluang bagi gim lokal masuk sekolah, komunitas, dan platform digital nasional.
Ekspansi pasar ekspor: Membantu pengembang lokal menembus pasar internasional melalui pameran, promosi, dan fasilitasi lisensi.
Leontinus menekankan bahwa keberhasilan industri gim lokal bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kemampuan Indonesia mencetak produk kreatif yang kompetitif secara global. Forum public hearing menjadi sarana untuk memastikan setiap kebijakan selaras dengan kebutuhan nyata.
Prospek Industri Gim Nasional
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif pengembang, industri gim lokal diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.
Ekspor yang meningkat, pangsa pasar domestik yang lebih luas, serta kebijakan berbasis masukan praktisi diharapkan mampu menghadirkan ekosistem gim yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Seiring pertumbuhan digital dan penetrasi internet, peluang bagi pengembang lokal semakin besar. Kebijakan strategis yang terfokus akan memungkinkan gim Indonesia bersaing di tingkat global, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi sumber ekspor penting bagi ekonomi kreatif nasional.
Kemenko PM menegaskan bahwa evaluasi kebijakan akan terus dilakukan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap langkah konkret dapat mendorong pertumbuhan industri, sekaligus mengatasi tantangan nyata yang dihadapi pengembang lokal.
Dengan pendekatan ini, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan gim kreatif di Asia Tenggara, di mana inovasi, ekspor, dan pasar domestik berjalan seiring untuk menciptakan ekosistem industri yang tangguh dan berdaya saing global.