Lontong Balap Surabaya

Rekomendasi 8 Lontong Balap Surabaya Legendaris dengan Cita Rasa Otentik

Rekomendasi 8 Lontong Balap Surabaya Legendaris dengan Cita Rasa Otentik
Rekomendasi 8 Lontong Balap Surabaya Legendaris dengan Cita Rasa Otentik

JAKARTA - Di tengah beragamnya pilihan kuliner modern yang terus bermunculan, makanan tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. 

Salah satu yang paling ikonik di Surabaya adalah lontong balap, hidangan sederhana yang justru menghadirkan kekayaan rasa yang khas dan sulit ditandingi. Kuliner ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari sejarah panjang yang telah diwariskan lintas generasi.

Ciri khas lontong balap terletak pada perpaduan bahan-bahan yang tampak sederhana namun menghasilkan rasa yang kompleks. 

Lontong, tauge, tahu goreng, lentho, serta kuah gurih yang diperkaya petis menciptakan sensasi rasa yang unik dan selalu dirindukan. 

Banyak warung lontong balap di Surabaya yang telah berdiri puluhan tahun dan tetap mempertahankan resep asli mereka tanpa perubahan berarti. 

Lontong balap Garuda Pak Budi

Warung yang sudah berdiri sejak 1950 ini kini dikelola oleh generasi ketiga dan tetap mempertahankan cara memasak otentik menggunakan kuali tanah liat. Kuahnya segar dan gurih, makin nikmat dengan tambahan sambal petis khas yang menjadi pelengkap wajib setiap porsinya. 

Sate kerang tersedia seharga Rp12.000 per sepuluh tusuk, sementara harga per porsi lontong balapnya hanya Rp14.000 dengan isian yang mengenyangkan. 

Selain lokasi utama di Jl. Kranggan No. 73, Sawahan yang buka pukul 07.30 hingga 16.00, tersedia pula tiga cabang lain di Bumi Indah Surabaya, Ciputra World lantai 3, dan Suncity Mall lantai 3 Sidoarjo.

Lontong balap Garuda Bu Djupri

Warung yang buka sejak 1982 ini berlokasi di Jl. Kranggan, tidak jauh dari BG Junction, dan buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00. 

Harga per porsinya terjangkau, hanya Rp15.000, dengan isian lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan kuah gurih khas lontong balap. Warung ini dikenal luas sebagai salah satu lontong balap favorit di kawasan Kranggan yang selalu ramai dikunjungi.

Lontong balap Pak Gendut

Warung yang pertama kali berdiri di trotoar Jl. Kranggan pada 1958 ini kini beroperasi tetap di Jl. Embong Malang No. 38, Genteng, dengan suasana yang lebih nyaman dan area parkir tersedia.

Rasa kuahnya yang gurih berpadu sempurna dengan lontong, tauge, tahu, dan lentho, serta dilengkapi sate kerang berbumbu petis seharga Rp18.000 per sepuluh tusuk.

Harga per porsi lontong balapnya adalah Rp18.000, dan tersedia pula minuman penutup es degan yang segar. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 23.00, menjadikannya salah satu pilihan paling fleksibel dari pagi hingga malam.

Lontong balap Rajawali

Warung yang berlokasi di Jl. Krembangan Timur No. 32D, Krembangan Selatan ini menawarkan suasana makan yang lebih nyaman karena dilengkapi AC dan area parkir. Isiannya lengkap dengan tahu goreng, tauge segar, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal petis yang menghasilkan kuah segar dan gurih. 

Harga per porsinya Rp22.500, sedikit lebih tinggi dibanding warung kaki lima, namun sebanding dengan kenyamanan tempat yang ditawarkan. 

Warung ini buka setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 06.00 dan biasanya sudah ramai sejak pagi, sehingga disarankan datang antara pukul 07.00 hingga 10.00.

Lontong balap Cak No

Warung yang sudah berjualan lebih dari 20 tahun ini tetap mempertahankan harga terjangkau sekitar Rp10.000 per porsi tanpa mengorbankan cita rasa. Kuahnya menggunakan kaldu udang dengan sentuhan petis yang menghasilkan rasa gurih khas yang sulit ditemukan di tempat lain. 

Isian lengkapnya terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, dan bawang goreng, dengan pilihan tambahan sambal dan sate kerang. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 di Jl. Bromo No. 7, Sawahan.

Lontong balap & lontong kupang Pak H. Woko

Warung yang berlokasi di Sentra Kuliner Jl. Kalasan No. 30, Pacar Keling, Tambaksari ini menjadi satu-satunya tempat yang menyajikan dua menu sekaligus: lontong balap dan lontong kupang. 

Lontong balapnya berisi tauge segar, tahu goreng, lentho renyah, dan kuah gurih, sementara lontong kupangnya hadir dengan cita rasa pedas khas bumbu petis. 

Kedua menu tersebut bisa dipesan sekaligus untuk membandingkan dua pengalaman rasa yang berbeda dalam satu kunjungan. Warung ini buka setiap hari dari pukul 09.30 hingga 17.00.

Lontong balap Mbah Ato

Warung yang buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 ini berlokasi di Jl. Argopuro, Sawahan, dan cocok untuk sarapan maupun makan siang. Porsinya besar dan mengenyangkan dengan kuah gurih yang terasa pas, dilengkapi sate kerang berbumbu petis dan kerupuk renyah sebagai pelengkap.

Lontong balap Abah Ji

Warung yang beralamat di Jl. Simo Katerungan No. 246 ini dikenal dengan porsi melimpah yang terdiri dari lontong, lentho padat dan empuk, tahu, serta tauge segar. Sambal petisnya tidak berbau menyengat sehingga justru menambah selera makan bagi siapa saja yang mencicipinya. 

Sate kerang tersedia dengan rasa pedas manis, sementara lenthonya yang padat dan empuk juga nikmat disantap bersama kuah segar yang disajikan.

Keberadaan lontong balap sebagai kuliner khas Surabaya menunjukkan bagaimana makanan tradisional tetap mampu bertahan di tengah perkembangan zaman. Setiap warung menawarkan sentuhan rasa yang sedikit berbeda, namun tetap mempertahankan ciri khas utama yang membuatnya begitu dicintai.

Bagi masyarakat maupun wisatawan, mencicipi lontong balap bukan hanya soal menikmati makanan, tetapi juga merasakan bagian dari budaya lokal yang telah hidup selama puluhan tahun. 

Dengan harga yang relatif terjangkau dan rasa yang konsisten, lontong balap tetap menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba saat berada di Surabaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index