BRIN Kerja Sama dengan Prancis untuk Bangun Dua Kapal Riset Baru Krisna

BRIN Kerja Sama dengan Prancis untuk Bangun Dua Kapal Riset Baru Krisna
BRIN dan Prancis resmi kerja sama pembangunan dua kapal riset Krisna untuk eksplorasi laut.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan pihak Prancis dalam memproduksi dua unit kapal riset baru.

Armada baru yang diberi nama Kapal Riset Nasional (Krisna) ini dipersiapkan secara khusus untuk menunjang kegiatan eksplorasi laut Nusantara.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal itu di sela agenda Penandatanganan Kontrak Pembangunan Krisna yang digelar di Jakarta pada Kamis.

Menurut Arif, kapal riset memegang peran mendasar karena berfungsi sebagai laboratorium ilmiah berjalan yang menunjang pengujian teknologi maritim.

"Proyek Krisna merupakan inisiatif unggulan Indonesia untuk memperkuat kapasitas riset lautnya melalui pengadaan dua kapal riset multidisiplin mutakhir, yang didanai oleh Badan Pembangunan Prancis (AFD) dan kontribusi dari Uni Eropa," katanya.

Arif menjabarkan bahwa dua armada yang diproduksi tersebut terdiri dari kapal riset pesisir serta kapal riset penjelajah samudra.

Selain pengadaan unit kapal, kolaborasi strategis ini juga difokuskan untuk mendongkrak kapasitas riset nasional lewat bantuan teknis.

"Kedua kapal riset ini akan memberikan peluang bagi para peneliti Indonesia untuk melakukan riset ilmiah kelautan yang intensif baik di lingkungan pesisir maupun laut dalam," ujarnya.

Arif berharap investasi bernilai besar ini mampu menyajikan data serta informasi krusial untuk menyokong berbagai sektor prioritas nasional.

Di sisi lain, Country Director AFD Yann Martres menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi batu loncatan berharga bagi kedua belah pihak.

"Kami akan menyiapkan pendanaan, tapi yang terpenting adalah untuk mengembangkan kerja sama dan meningkatkan kapasitas BRIN untuk melakukan riset di sektor maritim," kata dia.

"Semoga kami dapat melihat kedua kapal ini di laut dan melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk BRIN dan Indonesia." tutur Yann Martres.

Sebagai informasi, proses perakitan kedua kapal mutakhir tersebut nantinya akan digarap langsung oleh galangan kapal ternama asal Prancis, Piriou.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index