KAI Daop 1 Jakarta Sebut Pelanggan KA Cikuray Terus Bertambah Sampah

KAI Daop 1 Jakarta Sebut Pelanggan KA Cikuray Terus Bertambah Sampah
PT KAI Daop 1 Jakarta bersama PPSU melakukan aksi pembersihan sampah

JAKARTA - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tren pertumbuhan positif pada jumlah penumpang kereta api (KA) Cikuray relasi terjauh Garut-Pasar Senen.

Armada kereta dengan tarif terjangkau sebesar Rp45 ribu tersebut dilaporkan terus mengalami penambahan jumlah pelanggan sejak tahun 2022 hingga 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo memaparkan bahwa pada 2022, armada KA Cikuray tercatat telah melayani sebanyak 293.265 penumpang.

Volume tersebut kemudian terkerek naik menjadi 514.767 pelanggan pada 2023, dan kembali memperlihatkan lonjakan hingga mencapai 591.089 penumpang pada 2024.

"Lalu, mencapai 615.723 pelanggan pada tahun 2025. Sementara itu, selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan," kata Franoto.

Dalam operasional rutinnya, KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, mulai dari Pasarsenen, Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, hingga Purwakarta.

Selanjutnya, kereta api ini juga berhenti di Stasiun Cimahi, Bandung, Kiaracondong, Leles, Cibatu, dan berakhir di stasiun tujuan Garut.

Untuk rute Pasar Senen menuju Garut, KA Cikuray dijadwalkan bertolak dari Stasiun Pasar Senen tepat pada pukul 17.20 WIB setiap harinya.

Jalur pelintasan tersebut berfungsi strategis dalam menghubungkan berbagai wilayah dengan karakter ekonomi yang beragam serta saling melengkapi.

Aktivitas perjalanan dimulai dari Garut yang populer sebagai salah satu sentra sektor pertanian dan komoditas hortikultura di wilayah Jawa Barat.

Aneka jenis komoditas tumbuh subur di sana, seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, sampai dengan buah alpukat.

Selanjutnya, rangkaian kereta bergerak menuju kawasan Bandung Raya yang berkembang pesat sebagai pusat pendidikan, perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif.

Setelah melewati Bandung, KA Cikuray bergerak melayani Purwakarta, lalu menyisir kawasan industri strategis di daerah Karawang serta Cikarang.

Perjalanan komuter ini kemudian berakhir di Bekasi dan Jakarta yang memegang peranan vital sebagai pusat dari aktivitas ekonomi nasional.

Sebagai bentuk layanan Public Service Obligation (PSO) yang disokong pemerintah, KA Cikuray kini hadir dengan wajah baru lewat konsep Rel Ekonomi Rakyat.

Konsep inovatif ini diaplikasikan lewat pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan yang didesain khusus agar adaptif terhadap kebutuhan para pengguna utama.

Franoto memaparkan bahwa langkah penyegaran tersebut bertujuan memperkuat akses transportasi publik sekaligus menyokong aktivitas ekonomi sektor riil.

Konsep ini dirancang guna memangkas hambatan geografis dan ekonomi agar masyarakat luas memiliki kesempatan menjangkau berbagai pusat aktivitas.

Di samping menghadirkan unit Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI kini tengah mematangkan langkah pengembangan layanan khusus untuk Kereta Petani dan Pedagang.

Layanan tersebut disiapkan sebagai solusi mobilitas dan penyokong usaha bagi pelaku UMKM yang menjadi penggerak utama roda ekonomi di daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index