Perbankan Nasional Tetap Solid Meski Dihadapkan Dinamika Ekonomi Global

Perbankan Nasional Tetap Solid Meski Dihadapkan Dinamika Ekonomi Global
Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).

JAKARTA - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi ekonomi.

Ketua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyatakan perbankan nasional masih mampu menjadi penggerak ekonomi.

Peran tersebut dijalankan melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh serta penghimpunan dana masyarakat yang juga mencatatkan peningkatan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir April 2026 penyaluran kredit tumbuh 9,98 persen, dan dana pihak ketiga tumbuh 11,40 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik," ujar Hery.

Dari sisi likuiditas, loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88 persen, sementara rasio gross non-performing loan (NPL) berada di level 2,17 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.

Meski demikian, menurut Hery, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

"Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga," jelas Hery.

Untuk memperkuat ketahanan tersebut, perbankan perlu meningkatkan langkah mitigasi risiko seperti stress test sektoral serta penguatan sistem peringatan dini.

Selain itu, perbankan harus memastikan kecukupan likuiditas melalui penguatan indikator seperti liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR).

Di sisi lain, Perbanas menyambut positif hasil Survei Perbankan Bank Indonesia yang menunjukkan adanya ekspektasi peningkatan permintaan kredit baru pada kuartal II 2026.

Perkembangan tersebut memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi domestik masih memiliki momentum yang sangat baik untuk terus bertumbuh.

"Perbankan nasional berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi intermediasi secara sehat dan berkelanjutan. Dengan kondisi industri yang tetap kuat dan didukung pengelolaan risiko yang baik, kami optimistis perbankan dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional," tutup Hery.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index