BCA Gelar Edukasi dan Lepas 1.300 Tukik Bersama Pelajar Banyuwangi

BCA Gelar Edukasi dan Lepas 1.300 Tukik Bersama Pelajar Banyuwangi
melepasliarkan 1.300 tukik ke habitat alaminya di Pantai Villa So Long, Rabu (5/8/2026). [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lewat program Creating Shared Value (CSV) Bakti BCA kembali menunjukkan komitmen dalam merawat kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Indonesia. Berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), BCA menyelenggarakan edukasi pelestarian penyu serta pelepasliaran tukik yang diikuti oleh 100 pelajar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Direktur BCA Lianawaty Suwono menyampaikan bahwa sinergi bersama Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan PPATK membuktikan bahwa agenda pelestarian alam memerlukan konsistensi, kolaborasi, serta keterlibatan dari bermacam pihak, meliputi sektor usaha, komunitas, pemerintah, hingga generasi muda.

"BCA percaya bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan," kata Lianawaty dalam keterangan resminya, Minggu (9/8/2026).

Lewat kerja sama yang terbangun, BCA tidak hanya menyokong konservasi penyu via inovasi serta riset, tetapi juga mengajak para generasi muda agar memahami arti penting menjaga keseimbangan ekosistem laut dan peduli terhadap kelestarian kawasan pesisir.

Berjalan seiring, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menerangkan bahwa inisiatif Bakti BCA pada pemeliharaan lingkungan telah lama dijalankan lewat ragam aksi di bawah naungan pilar Bakti Lingkungan.

"Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia," ujarnya.

Agenda yang diresmikan dalam rangka Gerakan Nasional 24 Tahun APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) ini dihadiri secara langsung oleh Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono serta Direktur BCA Lianawaty Suwono.

Kegiatan diselenggarakan pada dua titik lokasi, yakni Sekretariat Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Pantai Villa So Long. Alur acara diawali dengan peninjauan fasilitas Intan Ruang di Sekretariat BSTF guna mengamati langsung inovasi inkubator buatan penunjang konservasi penyu.

Pada saat yang sama, BCA menggelar sesi edukasi lingkungan yang melibatkan sekitar 100 murid sekolah di Banyuwangi. Para pelajar diajak memahami pentingnya merawat ekosistem pesisir lewat dongeng interaktif mengenai kehidupan penyu, sekaligus diajarkan cara-cara sederhana untuk berpartisipasi memeliharanya. Contohnya seperti mewarnai tote bag ramah lingkungan sebagai kampanye menekan pemakaian plastik sekali pakai, hingga melepasliarkan tukik ke alam bebas.

Puncak acara ditandai oleh pelepasliaran 1.300 tukik ke habitat aslinya di Pantai Villa So Long. Anakan penyu yang dilepasliarkan merupakan buah dari partisipasi nasabah serta pengunjung pada ajang BCA Expoversary 2026 lewat gerakan 10 Bottles for 1 Egg, yang mengajak publik mengumpulkan 10 botol plastik bekas untuk dikonversi menjadi pendanaan penyelamatan satu telur penyu.

Pada kesempatan serupa, BCA bersama PPATK turut menyerahkan Intan Box kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Intan Box tersebut nantinya bakal dipergunakan oleh BSTF di lokasi-lokasi konservasi penyu lain yang menghadapi tantangan serupa, sehingga inovasi yang dikembangkan di Banyuwangi dapat diterapkan dan memberikan kemanfaatan lebih luas.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari edukasi yang dipaparkan, BCA menyerahkan masing-masing tiga unit tempat sampah terpilah kepada dua sekolah peserta, yaitu SDN 1 Lateng dan SDN Kepatihan. Tempat sampah tersebut dirancang menggunakan material daur ulang kaleng bekas, sehingga tidak cuma dapat dimanfaatkan untuk membiasakan pemilahan sampah di area sekolah, melainkan juga mengenalkan bahwa bahan bekas dapat diproses kembali menjadi produk berdaya guna.

"Kampanye yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan 10 botol plastik untuk berkontribusi terhadap pelepasan satu ekor anak penyu (tukik), yang dirancang untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan mengajak masyarakat peduli kelestarian ekosistem laut," tambah Hera.

BCA telah menjalin sinergi dengan BSTF sejak 2016 guna mendukung beragam program konservasi penyu. Mulai dari pelepasliaran tukik, pemindahan sarang penyu, penanaman pandan laut sebagai vegetasi, edukasi publik, hingga pengembangan teknologi inkubator buatan Intan Box dan Intan Ruang.

Sampai sekarang, BCA lewat Bakti BCA telah menyokong pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik serta relokasi lebih dari 900 sarang telur penyu di tiga kawasan konservasi, yaitu di Banyuwangi, Yogyakarta, dan Bali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index