JAKARTA - PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) atau peritel pemegang lisensi jenama MR.DIY Indonesia tetap konsisten memprioritaskan ekspansi jaringan toko fisik sebagai strategi jangkar pertumbuhan bisnis di tengah masifnya penetrasi perdagangan digital.
Alih-alih memfokuskan sumber daya pada strategi omnichannel, perseroan berpandangan bahwa kehadiran gerai offline masih memegang peranan krusial, utamanya guna penetrasi pasar konsumen di luar kota-kota metropolitan serta kawasan tier 2 hingga tier 3.
Deputy Head of Purchasing MDIY Natalia Hana Refinawati menyatakan bahwa strategi penetrasi gerai fisik tersebut sangat selaras dengan karakteristik demografi Indonesia yang membentang luas secara geografis dengan preferensi kebutuhan konsumen yang sangat beragam.
"Untuk melayani masyarakat Indonesia sampai ke seluruh pelosok Indonesia, sampai saat sini fokus kami masih gerai fisik atau offline," ujarnya, Senin (10/8/2026).
Komitmen tersebut terefleksikan lewat agresivitas ekspansi jaringan gerai MDIY. Hingga paruh pertama tahun 2026, perseroan tercatat telah mengoperasikan total 1.300 toko yang tersebar merata di berbagai penjuru wilayah nusantara.
Sepanjang tahun 2026 ini, MDIY membidik target penambahan sekitar 270 gerai anyar. Ekspansi tersebut dirancang menyasar tidak hanya kawasan perkotaan besar, melainkan juga merambah hingga wilayah tier 2, tier 3, hingga tingkat kabupaten.
Daya saing strategi offline MDIY turut ditopang oleh fondasi konsep pelayanan yang diusung, yakni hemat, lengkap, dan dekat.
Aspek hemat merefleksikan kebijakan harga jual yang sangat kompetitif, sementara kriteria lengkap didukung oleh ketersediaan sekitar 18.000 Unit Simpanan Stok (SKU) yang merangkum berbagai ragam kategori kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
Adapun dimensi dekat diwujudkan melalui pemilihan titik lokasi gerai yang strategis di pusat aktivitas masyarakat, mulai dari area permukiman padat, zona sekitar sekolah, hingga kawasan perkantoran.
Perseroan juga konsisten menerapkan model kebijakan satu harga (single price), yakni penetapan nominal banderol produk yang seragam di seluruh cabang gerai se-Indonesia.
Berkat skema tersebut, para konsumen di berbagai pelosok daerah yang letaknya jauh dari pusat perkotaan tetap bisa menikmati akses pembelian produk dengan tingkat harga yang relatif setara.
Perkuat Produk Lokal
Langkah ekspansi jaringan toko yang masif ini sekaligus membentang lebar karpet merah bagi para pemasok serta produsen lokal untuk memperluas jangkauan distribusi barang dagangan mereka.
Natalia mengemukakan bahwa pihak manajemen terus menaikkan kuota jumlah mitra pemasok lokal yang berkolaborasi dengan perusahaan. Saat ini, tercatat ada ratusan supplier lokal yang telah bergabung menjadi mitra resmi MDIY.
Pada tahun 2025 lalu, total nilai transaksi pengadaan barang MDIY dari jejaring mitra pemasok lokal bahkan berhasil menyentuh kisaran angka Rp949 miliar.
Model kemitraan strategis ini dinilai mendatangkan keuntungan simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak.
MDIY memperoleh tambahan variasi produk yang presisi dengan selera pasar lokal, sementara para pabrikan domestik mendapatkan keuntungan berupa akses distribusi yang jauh lebih masif lewat jaringan ritel perusahaan.
Salah satu pelaku industri lokal yang sukses memanfaatkan ekosistem MDIY adalah Kintakun, jenama produk perlengkapan tidur dan tata ruang rumah (bedding & home living) yang berada di bawah naungan PT Subur Anugerah Sentosa.
Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun Vincent Saputra memaparkan bahwa sinergi kolaboratif bersama MDIY telah memberikan lonjakan dampak yang signifikan terhadap omkal penjualan produknya.
Volume transaksi penjualan melalui jalur kemitraan ritel ini diklaim mengalami eskalasi pertumbuhan hingga menyentuh kisaran 150%.
Menurutnya, keberadaan lebih dari 1.300 gerai fisik MDIY memungkinkan produk Kintakun menembus segmen konsumen di daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau melalui kanal distribusi ritel modern konvensional.
Bahkan, Kintakun kini telah merancang sejumlah lini produk eksklusif yang diproduksi secara khusus hanya untuk dipasarkan di gerai MDIY, mencakup kategori perlengkapan tidur segmen anak serta ragam varian desain tematik khusus.
Di luar ranah pasar domestik, aliansi bisnis ini turut membuka peluang strategis bagi produk-produk lokal untuk menembus jaringan operasional MDIY di luar negeri.
Malaysia menjadi salah satu destinasi pasar ekspor potensial yang tengah dikaji karena memiliki kedekatan geografis serta kemiripan profil karakteristik konsumen dengan Indonesia.
Kendati demikian, realisasi rencana ekspansi internasional tersebut masih memerlukan forum pembahasan lanjutan secara mendalam di antara kedua belah pihak.