Penyebab Rasa Gelisah Saat Sore Hari dan Cara Mudah Mengatasinya

Penyebab Rasa Gelisah Saat Sore Hari dan Cara Mudah Mengatasinya
Ilustrasi matahari terbenam.

JAKARTA - Sebagian orang merasakan bahwa momen matahari terbenam bukan cuma penanda selesainya aktivitas siang. Momen ketika langit mulai gelap justru bisa mendatangkan rasa gelisah, sedih, takut, hingga pikiran yang sulit ditenangkan.

Kondisi tersebut dinamakan sunset anxiety atau kecemasan saat matahari terbenam. Walau bukan diagnosis resmi kesehatan mental, para ahli menyebut pengalaman ini nyata dan dapat dialami sebagian orang. Kecemasan bisa muncul saat seseorang mulai memikirkan hal yang belum selesai, tugas esok hari, hingga perubahan suasana akibat berkurangnya cahaya.

Sunset anxiety merupakan istilah untuk menggambarkan perasaan tidak nyaman, cemas, gelisah, sedih, atau takut yang muncul sewaktu siang berganti malam. Psikolog klinis Stephanie J. Wong, PhD, menjelaskan bahwa sunset anxiety bukanlah diagnosis yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Meski begitu, sejumlah orang memang melaporkan adanya perubahan suasana hati ketika matahari mulai terbenam.

Pekerja sosial klinis Jessica Hunt mengatakan, kecemasan tersebut dapat berkaitan dengan antisipasi berakhirnya hari, kekhawatiran mengenai hal-hal yang belum terselesaikan, atau kecemasan terhadap aktivitas yang akan dijalani pada hari berikutnya.

Pengalaman setiap orang dapat berbeda. Beberapa perasaan yang umum muncul ketika matahari mulai terbenam di antaranya:

Pikiran semakin sulit tenang

Mendekati malam, seseorang bisa mulai memikirkan berbagai pekerjaan yang belum selesai. Perasaan bahwa waktu dalam sehari tidak cukup membuat pikiran terus bekerja walau tubuh sudah butuh istirahat. Hal ini juga bikin kesulitan tidur karena masih memikirkan pekerjaan, tanggung jawab, atau rencana esok hari.

Muncul rasa takut atau gelisah

Perubahan suasana dari terang menjadi gelap dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Bagi orang dengan kecenderungan cemas, datangnya malam terasa seperti petunjuk bahwa aktivitas hari itu telah selesai dan kesempatan menyelesaikan sesuatu semakin terbatas.

Merasa sedih atau kehilangan

Matahari terbenam membuat seseorang lebih banyak merenung. Saat aktivitas siang mulai berhenti, pikiran mengenai waktu yang berlalu, perubahan hidup, atau momen yang telah lewat bisa muncul. Perasaan tersebut lalu dapat berkembang menjadi kesedihan atau penyesalan.

Sulit berhenti beraktivitas

Sebagian orang mencoba mengatasi kegelisahan dengan terus melakukan berbagai aktivitas, seperti membersihkan rumah, bekerja, atau mencari kesibukan lain. Alih-alih membuat lebih tenang, terus bergerak tanpa memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat malah bikin semakin lelah.

Menurut Hunt, sunset anxiety dapat berkaitan dengan kekhawatiran mengenai berakhirnya hari dan hal-hal yang belum terselesaikan. Selain faktor psikologis, perubahan cahaya ikut memengaruhi suasana hati serta ritme tubuh. Ketika malam tiba, aktivitas biasanya mulai berkurang sehingga ada lebih banyak waktu untuk memikirkan kekhawatiran yang sebelumnya teralihkan oleh kesibukan.

Rasa kesepian juga bisa menjadi salah satu pemicu. Saat suasana semakin sepi pada malam hari, pikiran dan perasaan yang sebelumnya tertahan dapat terasa jauh lebih kuat.

Jika rasa cemas mulai hadir setiap kali hari berakhir, ada beberapa cara sederhana yang dapat dicoba untuk membantu tubuh serta pikiran beralih ke suasana malam:

Siapkan aktivitas yang menyenangkan

Psikolog klinis Sabrina Romanoff menyarankan untuk memiliki aktivitas yang dapat dinantikan pada malam hari dan tidak harus selalu produktif. Membaca buku, mengikuti kelas olahraga, menonton acara favorit, melakukan hobi, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat bisa membantu membangun asosiasi yang lebih positif terhadap malam. Kegiatan sosial juga menjadi pilihan. Berkomunikasi dengan teman atau keluarga dapat membantu mengurangi perasaan bahwa Anda menghadapi malam seorang diri.

Buat rutinitas malam yang menenangkan

Rutinitas yang dilakukan secara konsisten membantu tubuh mengenali bahwa waktunya mulai beristirahat. Anda bisa mencoba peregangan ringan, meditasi, mandi, menulis jurnal, membaca, atau melakukan hobi yang bikin rileks. Meredupkan lampu menjelang tidur juga menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu menciptakan suasana lebih tenang.

Kurangi penggunaan ponsel

Ponsel dapat membuat pikiran terus terhubung dengan berbagai aktivitas siang hari, termasuk pekerjaan, media sosial, maupun informasi pemicu stres. Karena itu, memberi jeda dari ponsel saat memasuki waktu malam membantu Anda lebih fokus pada kondisi saat ini. Cobalah menyimpan ponsel selama beberapa waktu dan ganti dengan aktivitas yang lebih menenangkan.

Berikan waktu untuk diri sendiri

Malam tidak harus dipandang sebagai waktu ketika semua pekerjaan harus selesai karena tubuh juga butuh kesempatan beristirahat. Alih-alih memaksakan diri menyelesaikan semua hal, cobalah menerima bahwa beberapa pekerjaan memang dapat dilanjutkan pada hari berikutnya. Membuat daftar prioritas untuk esok hari turut membantu mengurangi kekhawatiran mengenai hal yang belum selesai.

Selaraskan rutinitas dengan kebutuhan tubuh

Perubahan waktu terang dan gelap merupakan bagian dari siklus alami tubuh. Karena itu, malam dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memperlambat aktivitas sekaligus merawat diri. Tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta memiliki rutinitas teratur membantu menjaga kondisi fisik dan mental.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index