BRI Fokus Ekspansi Kredit Selektif demi Jaga Kualitas Aset Perseroan

BRI Fokus Ekspansi Kredit Selektif demi Jaga Kualitas Aset Perseroan
Bank BRI.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus membuka ruang untuk ekspansi kredit melalui penerapan strategi pertumbuhan yang lebih selektif. Perseroan menegaskan bahwa penyaluran pembiayaan bakal terus mengedepankan prinsip kehati-hatian demi menjaga kualitas aset di tengah dinamika ekonomi.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menyampaikan bahwa ekspansi pembiayaan tidak sekadar dinilai dari volume penyaluran, melainkan juga dari kapabilitas perseroan dalam mengawal kualitas kredit tersebut.

“BRI tetap memiliki appetite untuk tumbuh dan menyalurkan kredit kepada sektor produktif. Namun, pertumbuhan tersebut harus dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan kualitas,” ujar Ety dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Menurut penjelasannya, setiap langkah ekspansi pembiayaan ditopang oleh proses asesmen risiko yang memadai, mulai dari tahap awal pengajuan hingga tahap pemantauan berkala setelah fasilitas berjalan.

BRI memperkuat proses underwriting, monitoring portofolio, serta sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi risiko lebih cepat. Sebagai institusi keuangan dengan fokus utama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI menyadari keberagaman karakteristik debitur membutuhkan pendekatan risiko yang lebih rinci.

Oleh sebab itu, perseroan rutin menyempurnakan pedoman perkreditan serta skema pengawasan portofolio agar senantiasa adaptif terhadap fluktuasi ekonomi.

“Prinsip kami bukan sekadar bagaimana kredit dapat tumbuh, tetapi bagaimana kredit tersebut dapat tumbuh dengan kualitas yang terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat proses dari hulu hingga hilir, mulai dari underwriting, monitoring baik on-site maupun off-site, early warning system, hingga penanganan kredit yang membutuhkan perhatian khusus,” kata Ety.

Efektivitas strategi ini dibuktikan oleh perbaikan pada indikator kualitas kredit perseroan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara kuartalan mencatatkan penurunan dari angka 3,07 persen pada akhir Desember 2025 menjadi 3,01 persen pada Maret 2026.

Sementara itu, rasio Loan at Risk (LaR) mengalami penurunan dari 11,13 persen pada Maret 2025 menjadi 9,67 persen pada Maret 2026, yang berarti membaik sebesar 145 basis poin.

Di sisi lain, BRI secara konsisten menjaga cadangan pemulihan sebagai bantalan untuk mengantisipasi potensi tekanan kualitas aset. Hal ini ditunjukkan oleh rasio NPL Coverage yang kokoh di level 179,45 persen serta LaR Coverage sebesar 55,75 persen.

BRI memastikan keseimbangan antara peluang ekspansi usaha dan mitigasi risiko tetap menjadi prioritas utama. Lewat pendekatan terukur ini, perseroan membidik pertumbuhan pembiayaan yang tidak cuma meningkat secara nominal, tetapi juga menghasilkan kualitas aset yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index