JAKARTA - Rabies tergolong sebagai penyakit fatal yang ditularkan melalui gigitan atau paparan hewan terinfeksi. Serangan virus rabies ini umumnya ditemukan pada anjing, kucing, manusia, satwa liar, hingga berbagai jenis mamalia lainnya.
Apabila mengalami gigitan anjing maupun satwa liar, tindakan medis harus segera dicari guna mencegah infeksi rabies. Tanda atau gejala awal dari gigitan anjing rabies memang tidak akan langsung tampak sesaat setelah kejadian.
Proses transmisi serta penyebaran virus rabies seusai gigitan memerlukan rentang waktu beberapa hari sampai beberapa minggu. Kendati demikian, peluang seseorang untuk selamat menjadi sangat tipis apabila gejala klinisnya sudah mulai muncul.
Ciri-ciri digigit anjing rabies
Menyadur Cleveland Clinic, risiko rabies sebetulnya sanggup dicegah apabila penanganan medis segera diberikan secepatnya pasca-gigitan anjing liar atau sebelum munculnya gejala. Tanda bekas gigitan anjing rabies memang tidak seketika terlihat.
Namun, jika bekas gigitan tersebut tidak disadari lalu dibiarkan tanpa penanganan, virus dapat menyebar ke seluruh tubuh. Di sepanjang masa inkubasi ini, fisik penderita tidak akan menunjukkan tanda-tanda sakit.
Ketika virus sudah berhasil menginfeksi otak, penderita akan mengalami serangkaian gejala yang menyerupai penyakit umum seperti flu, demam tinggi, nyeri pada otot, serta rasa lelah berlebih. Selain itu, bakal muncul sensasi kesemutan, rasa nyeri, atau mati rasa tepat di sekitar area luka gigitan.
Memasuki rentang beberapa hari kemudian, mayoritas penderita bakal memperlihatkan gejala klinis rabies tipe ganas, di antaranya:
Agitasi serta tingkah laku yang agresif
Rasa gelisah
Kejang-kejang
Halusinasi
Kedutan pada otot
Detak jantung meningkat cepat
Napas berakselerasi cepat (hiperventilasi)
Produksi air liur berlebihan
Perbedaan ukuran pada pupil mata
Kelumpuhan otot area wajah (facial palsy)
Ketakutan berlebih pada air (hidrofobia)
Ketakutan terhadap embusan maupun aliran udara (aerofobia)
Kondisi delirium
Penyebab dan penularan rabies
Melengkapi informasi tersebut, World Health Organization (WHO) menyebutkan penularan infeksi rabies disebabkan oleh gigitan hewan yang mengandungi virus. Di samping gigitan, penularan dapat terjadi lewat luka bekas cakaran yang terpapar air liur hewan terinfeksi.
Beberapa jenis hewan yang berpotensi membawa serta menularkan virus rabies selain anjing liar yaitu kelelawar, sigung, rakun, rubah, hingga kucing. Penyebaran virus melalui cairan air liur ini bahkan bisa terjadi kurun waktu beberapa hari sebelum gejala fisik tampak.
Cermati baik-baik berbagai gejala gigitan anjing rabies di atas. Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika mengalami penularan atau gigitan tersebut.