Pertamina Tingkatkan Suplai BBM hingga 125 Persen Guna Urai Antrean

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:38:31 WIB
Antrean BBM Sumatera Utara

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa kepadatan kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Medan serta Binjai, Sumatera Utara, saat ini sudah mencair.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan bahwa program percepatan penyaluran BBM pada area Medan dan Binjai telah memperlihatkan perkembangan yang positif.

Menurut penjelasannya, pihak BPH Migas bersama dengan PT Pertamina Patra Niaga terus memperkokoh ketersediaan pasokan BBM agar proses pelayanan bagi elemen masyarakat dapat kembali berjalan kondusif.

Sepanjang dua hari belakangan, BPH Migas bersinergi dengan Pertamina memonitor secara langsung kondisi riil pada beberapa unit SPBU di Medan dan Binjai. Garis antrean kendaraan terpantau menyusut serta sistem pelayanan di SPBU terlihat semakin membaik.

Wahyudi mengutarakan bahwa pihak pemerintah berkomitmen menjamin alokasi penyaluran BBM berjalan dengan baik di zona-zona yang tengah menyedot perhatian publik.

"Hasil pemantauan di titik-titik yang menjadi lokasi kerawanan distribusi BBM, alhamdulillah antrean sudah terurai dan kondisi kembali normal," ujar Wahyudi saat meninjau SPBU Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026).

Demi menjaga kelancaran alokasi suplai, manajemen penyaluran BBM diperkuat lewat penambahan unit armada logistik bantuan (spot charter) serta eskalasi volume pasokan bahan bakar menuju SPBU.

Kebijakan strategis tersebut dieksekusi dengan tujuan agar ketersediaan stok di lapangan tetap terjaga dan pemenuhan hajat hidup masyarakat tidak terputus.

"Masyarakat harap tenang. Pertamina Patra Niaga sudah bergerak cepat menjaga suplai dan pasokan BBM juga dinaikkan menjadi 120-125 persen," ucapnya.

Wahyudi memaparkan bahwa sepanjang hari Jumat (17/7/2026) hingga Sabtu (18/7/2026), instansi BPH Migas bersama Pertamina melangsungkan agenda peninjauan langsung ke area yang sebelumnya sempat mengalami kepadatan di SPBU.

"Kami melakukan pemantauan di SPBU mulai pagi sampai sore dan malam. Jumat malam kami juga berkeliling. Secara fisik maupun visual, kondisinya memang sudah berangsur normal," terangnya.

Pada kawasan Binjai, sebagai contoh, antrean mengular yang sempat mengemuka kini dilaporkan sudah tidak tampak lagi di lapangan. Meski demikian, program penguatan lini distribusi terus dipacu hingga ketahanan pasokan benar-benar stabil.

"Kami tadi pagi juga berkunjung ke Binjai yang sempat menjadi topik di media sosial. Antrean yang sebelumnya mencapai lebih dari satu kilometer kini sudah tidak ada. Artinya, pengiriman BBM dari Pertamina Patra Niaga sudah mulai kuat dan masyarakat dapat dilayani dalam kondisi normal," jelasnya.

Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga Sunardi mengungkapkan bahwa akselerasi manajemen distribusi sudah digulirkan sejak Kamis (16/7/2026) malam.

Guna mempercepat pemulihan ketersediaan stok, kuota penyaluran BBM menuju SPBU didongkrak dari yang semula berada di angka 112 persen menjadi di atas 120 persen dari acuan target harian.

"Supaya proses recovery (pemulihan) suplai di SPBU segera berjalan normal dan stok di SPBU tersedia," jelasnya.

Menurut pandangan Sunardi, penambahan kekuatan pada armada distribusi juga rutin dilaksanakan agar ketahanan pasokan tetap terjaga dan problem serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

"Ke depan, kami berharap kondisi ini terus berangsur normal. Kami juga melakukan penguatan armada distribusi ke SPBU agar antrean seperti sebelumnya tidak terulang. Ini merupakan langkah konkret untuk menjaga kontinuitas suplai ke SPBU," ucapnya.

Seorang pengemudi ojek daring, Fandy (39), mengutarakan bahwa situasi pengisian bahan bakar di unit SPBU yang kerap ia kunjungi kini sudah berangsur kondusif.

Sebelumnya, sepanjang tiga hari berturut-turut dirinya terpaksa harus ikut mengular demi mendapatkan pasokan bahan bakar kendaraan.

"Lancar, Pak. Kemarin ikut antre sampai malam. Hari ini sudah lancar. Terima kasih kepada Pertamina dan pemerintah, BBM di Binjai sudah lancar," ujarnya.

Sementara itu, seorang pengemudi becak motor (bentor), Fiter Carlo (63), turut menyatakan bahwa proses pengisian bahan bakar kembali lancar setelah beberapa hari sebelumnya sempat terjebak antrean panjang.

Agenda pemantauan lapangan tersebut turut diikuti oleh Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho bersama perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan.

Terkini