Upaya PLN Natuna Atasi Masalah Defisit Daya Listrik di Pulau Penyangga

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:44:31 WIB
PLN ULP Natuna.

JAKARTA - Perusahaan penyedia jasa kelistrikan negara, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, mendatangkan tambahan dua unit mesin mobile power plant (mobiler) ke wilayah Pulau Sedanau.

Langkah taktis ini dijalankan oleh pihak manajemen di salah satu pulau penyangga tersebut sebagai bentuk langkah antisipasi untuk meminimalkan serta menekan risiko terjadinya gangguan pemadaman arus listrik.

Manager ULP PLN Natuna Rafki Chandra menjabarkan bahwa penambahan unit pembangktur darurat itu dipicu oleh kerusakan komponen cylinder head pada satu unit mesin pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 250 kilowatt (kW).

Kendala teknis tersebut mengakibatkan pasokan setrum mengalami penyusutan. Dampaknya, pihak PLN terpaksa mengimplementasikan kebijakan pemadaman terbatas secara bergilir demi menjaga stabilitas pasokan pada sistem jaringan.

Dua unit mesin mobiler cadangan dilaporkan telah bersandar di Pulau Sedanau pada hari Selasa (14/7) dan langsung dioperasikan untuk menjaga kelancaran roda perekonomian lokal, walau belum menutup seluruh beban puncak.

"Defisit daya terjadi karena satu unit mesin pembangkit mengalami gangguan dan saat ini sedang dalam proses perbaikan," katanya.

Rafki memaparkan bahwa struktur kelistrikan di wilayah Sedanau mencatatkan beban puncak operasional di kisaran angka 620 kilowatt (kW), dengan total basis pengguna layanan menembus 1.916 pelanggan.

Dirinya mengonfirmasi walau dua unit mesin bantuan telah aktif, jaringan lokal terpantau masih mengalami kekurangan pasokan daya sekitar 10 kW sehingga manajemen tetap memberlakukan rekayasa pembagian beban listrik.

Skema ini diterapkan demi mengamankan keandalan interkoneksi sistem. Pasalnya, memaksakan pemenuhan beban di tengah pasokan yang defisit berisiko memicu kerusakan total pada mesin dan berdampak pada mati lampu massal.

"Saat ini masih terdapat kekurangan daya sekitar 10 kW, sehingga pada waktu-waktu tertentu masih diperlukan pengaturan pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi agar sistem tetap andal dan tidak mengalami gangguan yang lebih luas," ujarnya.

Pihak manajemen PLN menegaskan komitmen penuh untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur listrik di Sedanau agar pemenuhan energi masyarakat dapat segera pulih total seperti sediakala.

"PLN terus mempercepat proses perbaikan, dan diharapkan mesin tersebut dapat kembali beroperasi hari ini sehingga pasokan listrik dapat kembali normal," kata Rafki.

Di sisi lain, seorang warga lokal bernama Eko memberikan kesaksian bahwa kondisi aliran listrik di kawasan Sedanau kini berangsur normal pascahadirnya pasokan dari unit mesin cadangan tersebut.

Dirinya mengapresiasi respons cepat dari petugas PLN di lapangan, sehingga durasi pembagian waktu mati lampu bergilir tidak sampai memakan waktu yang berlarut-larut.

"Pemadaman tidak berlangsung lama. Sesuai jadwal, listrik padam selama tiga jam, kemudian menyala selama enam jam, dan pola itu terus berulang. Tidak ada yang diistimewakan, semuanya diberlakukan secara adil dan merata," ucapnya.

Terkini