Aliran Dana Asing Rp122 Triliun Masuk dan Dongkrak Saham BSI BRIS

Senin, 20 Juli 2026 | 02:24:31 WIB
Ilustrasi Saham.

JAKARTA - Arus dana pemodal asing mulai kembali membanjiri pasar saham domestik usai melewati tekanan aksi jual dalam rentang waktu sepanjang tahun berjalan.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp1,22 triliun di seluruh pasar perdagangan, dengan saham sektor perbankan menjadi target utama pengumpul portofolio.

Gelombang masuknya dana asing tersebut memberi dorongan positif pada sektor keuangan, termasuk emiten PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang melonjak 170 poin atau 9,77 persen ke level Rp1.910 per saham.

Penguatan tajam BRIS menempati posisi kenaikan tertinggi di antara seluruh emiten perbankan pada sesi penutupan perdagangan pekan kemarin.

Aktivitas perdagangan saham BRIS tercatat menyentuh 64,8 juta saham dengan nilai transaksi (turnover) Rp116,6 miliar lewat frekuensi sebanyak 15.134 kali.

Dominasi antrean beli (bid) yang mencapai 21.281 lot di level 1.910 dibanding antrean jual (ask) sebanyak 6.062 lot di level 1.915 mencerminkan tingginya minat pasar terhadap bank syariah tersebut.

Selain sentimen masuknya kapital asing, lonjakan harga saham BRIS disokong oleh kinerja fundamental perseroan yang mencatatkan laba bersih Rp2,2 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 17,1 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi penyaluran pembiayaan yang naik 14,4 persen YoY, kenaikan marjin bunga bersih (net interest margin) ke level 5,6 persen, serta efisiensi beban provisi yang turun 6,8 persen.

Dari sisi penghimpunan dana murah (CASA), BSI berhasil membukukan kenaikan 21,4 persen YoY yang didorong peningkatan tabungan 20 persen dan giro 24 persen.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia menilai prospek cerah BRIS didukung pula oleh ekspansi ekosistem haji dan emas, sehingga mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp2.900 per saham.

Investor Relation BSI Rizky Budinanda menyatakan bahwa penguatan harga saham BRIS saat ini merupakan bagian dari siklus pemulihan setelah sempat terdepresiasi cukup dalam setahun terakhir.

“Meski mencatat lonjakan tajam hari ini, perlu dicatat bahwa saham BRIS masih berada dalam tren pemulihan setelah mengalami koreksi signifikan dalam setahun terakhir,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Rizky mengingatkan para pemodal untuk tetap mewaspadai risiko bisnis mendasar yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham BSI di masa mendatang.

“Sejumlah tantangan seperti tekanan biaya dana serta potensi dilusi akibat kewajiban pemenuhan aturan free float minimum tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati investor,” pungkasnya.

Terkini