Langkah IMIP Manfaatkan Limbah Organik Perkuat Lingkungan di Morowali

Rabu, 22 Juli 2026 | 01:16:31 WIB
Pekerja PT Indonesia Morowali Industrial Park mengecek operasional alat di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

JAKARTA - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memacu pemanfaatan limbah organik demi mengawal kesinambungan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

"Pada periode Januari hingga Mei 2026 IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebanyak 30,8 ton," kata Deputi Direktur Operasional PT IMIP Yulius Susanto di Morowali, Rabu.

Realisasi pemanfaatan limbah tersebut setara dengan 5,6 persen dari total 549 ton timbulan limbah yang terdiri atas 74,68 persen limbah organik, 10,26 persen anorganik, serta 15,06 persen sisa residu.

Memegang peran vital dalam rantai pasok global industri baterai kendaraan listrik, korporasi ini konsisten mengedepankan prinsip ekonomi sirkular, khususnya pada pengelolaan limbah serta sumber daya air.

Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beroperasi aktif di tingkat kawasan maupun area tenant, dengan sokongan sistem pemantauan air limbah berkelanjutan yang terhubung langsung ke platform Kementerian Lingkungan Hidup guna menjamin kualitas air terpantau transparan dan secara real time.

Secara menyeluruh, ujar dia, tata kelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel serta environmental, social, and governance (ESG) bukan sebatas jargon semata, melainkan fondasi strategi bisnis. Di atas hamparan lahan sekitar 4.000 hektare, IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, hingga baterai kendaraan listrik yang saling terhubung sehingga limbah dari satu lini produksi dapat dialihfungsikan menjadi bahan baku lini lainnya.

"Sementara efisiensi energi dan pemantauan lingkungan dapat dilakukan secara terpusat," kata dia.

Penerapan kerangka ESG telah dieksekusi perusahaan sejak tahun 2024 sebagai wujud komitmen dalam menjalankan standar tata kelola yang transparan, akuntabel, dan aman.

Pada sektor energi, IMIP mengakselerasi transisi ke sumber energi bersih secara terukur. Hingga akhir tahun 2025, kawasan ini telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik yang mencakup dump truck serta jajaran alat berat. Kemudian pada Mei 2026, kawasan kembali menambah 207 unit bus listrik untuk armada transportasi karyawan.

Tak berhenti di situ, proyek energi terbarukan terus dipacu, salah satunya lewat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Megawatt Peak (MWp) yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2027, disusul pemanfaatan waste heat power generation, tenaga air, hingga biomassa.

Laras dengan hal tersebut, Head of Environment Department PT IMIP Yundi Sobur menyampaikan bahwa perusahaan turut menerapkan akselerasi dekarbonisasi dari sisi pasokan bahan baku. IMIP menetapkan kualifikasi ketat dalam pengadaan baja daur ulang guna menekan emisi karbon.

Terkini