SINI Caplok Anak Usaha PTRO Senilai Rp1,73 Triliun Bidik Batu Bara

Rabu, 22 Juli 2026 | 01:27:31 WIB
PT Singaraja Putra Tbk.

JAKARTA - PT Singaraja Putra Tbk (SINI), yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, optimistis aksi akuisisi terhadap PT Kemilau Mulia Sakti (KMS), entitas anak PT Petrosea Tbk (PTRO), senilai Rp1,73 triliun bakal menjadi motor penggerak utama pertumbuhan bisnis batu bara perseroan.

Pascatransaksi tersebut, SINI membidik lonjakan kapasitas produksi hingga mencapai 5 juta ton per tahun serta mengincar tambahan kontribusi pendapatan pada 2027.

Direktur Utama SINI Amir Antolis menyampaikan bahwa pengambilalihan KMS merupakan bagian dari strategi ekspansi usaha dan penguatan investasi perseroan di sektor pertambangan batu bara yang dinilai masih menyimpan prospek cerah dalam jangka menengah.

"Permintaan batu bara global diperkirakan masih terjaga, terutama dari negara-negara Asia seperti China dan India. Selain itu, berdasarkan RUPTL 2025–2034, kebutuhan tenaga listrik nasional diproyeksikan tumbuh rata-rata sekitar 5,3% per tahun, sehingga batu bara diperkirakan masih akan berperan penting dalam mendukung pasokan energi nasional dalam jangka menengah," ujar Amir dalam jawaban atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa akuisisi KMS diharapkan memperluas jangkauan bisnis perseroan, memperkokoh portofolio investasi di sektor pertambangan, sekaligus mendongkrak kontribusi pendapatan dan laba.

Nilai transaksi pengambilalihan saham KMS yang menyentuh angka Rp1,73 triliun setara dengan 110,26 persen dari total aset perseroan, sehingga tergolong sebagai transaksi material.

Manajemen SINI memperkirakan dampak jangka pendek dari aksi korporasi ini adalah peningkatannya nilai aset serta tebalnya kepercayaan investor terhadap prospek perseroan.

Dalam jangka panjang, akuisisi ini diproyeksikan mampu menggenjot kapasitas produksi dan volume penjualan batu bara, memacu pertumbuhan laba, menciptakan sinergi operasional, hingga menekan ketergantungan pada satu wilayah operasi semata.

SINI juga menyiapkan langkah integrasi operasional antara KMS dan entitas tambang yang sudah dimiliki sebelumnya, yaitu PT Pasir Bara Prima (PBP) dan PT PKP. Integrasi dijalankan lewat sinergi pada lini penjualan, produksi, logistik, hingga operasional guna meningkatkan efisiensi serta memperkuat posisi tawar perseroan.

Di samping itu, perseroan menilai akuisisi ini akan membuka peluang peningkatan standar pembangunan infrastruktur pertambangan yang pada akhirnya dapat menekan beban biaya operasional.

Mengenai keterhubungan dengan Petrosea, Amir menjelaskan bahwa terdapat kontrak jasa pertambangan jangka panjang antara PTRO dan PBP yang berlaku hingga 2032. Namun, kontrak tersebut bersifat berdiri sendiri dan tidak menjadi bagian maupun syarat dalam transaksi akuisisi KMS.

Manajemen menargetkan produksi dari konsesi KMS meningkat bertahap mulai dari 1 juta ton per tahun pada fase awal, lalu naik menjadi 3,6 juta ton per tahun, hingga menyentuh kapasitas optimal sekitar 5 juta ton per tahun.

Berdasarkan estimasi cadangan saat ini, umur tambang (life of mine) KMS diperkirakan berlanjut hingga sekitar 2038, meski tetap dinamis mengikuti rencana penambangan serta kondisi operasional di lapangan.

Dengan peningkatan kapasitas ini, sambung Amir Antolis, KMS diharapkan menjadi salah satu tumpuan utama pertumbuhan produksi perseroan, di mana volume penjualan batu bara konsolidasi diproyeksikan melonjak bertahap dari realisasi 2025 yang tercatat sebesar 203.057 metrik ton.

Dari sisi kinerja keuangan, SINI mematok target pendapatan KMS dapat menyentuh US$52 juta pada 2026 dan melonjak menjadi US$158,97 juta pada 2027. Kontribusi terhadap pendapatan konsolidasi perseroan diproyeksikan berada di angka 21,40 persen pada 2026 dan naik ke posisi 27,06 persen pada 2027.

Amir menambahkan, sinergi operasional pasca-akuisisi diharapkan mampu membuat kontrak jasa pertambangan menjadi lebih kompetitif melalui efisiensi biaya, optimalisasi alat dan sumber daya, serta pengetatan koordinasi operasional.

Aksi akuisisi ini turut mempertemukan dua kelompok konglomerasi besar di pasar modal. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) terafiliasi dengan Happy Hapsoro, sementara PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) merupakan anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) yang berada di bawah kendali grup usaha Prajogo Pangestu melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Terkini