Laba Asuransi Sinar Mas Tumbuh 16,3 Persen Menjadi Rp833,97 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 01:43:32 WIB
Ilustrasi Asuransi.

JAKARTA - PT Asuransi Sinar Mas membukukan pencapaian laba setelah pajak sebesar Rp833,97 miliar sepanjang 2025.

Perolehan laba tersebut tumbuh 16,3 persen secara tahunan (year on year/YoY) bila dibandingkan dengan capaian periode sebelumnya sebesar Rp716,75 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia pada Rabu (22/7/2026), hasil jasa asuransi bersih tercatat mencapai Rp887,38 miliar, melonjak 52,7 persen YoY dari Rp580,98 miliar.

Secara lebih rinci, total pendapatan jasa Asuransi Sinar Mas pada 2025 menyentuh Rp9,83 triliun, dengan beban jasa asuransi tercatat Rp3,90 triliun, serta beban dari kontrak reasuransi yang dimiliki sebesar Rp5,04 triliun.

Sementara itu, hasil gabungan asuransi dan investasi bersih perusahaan tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp1,33 triliun.

Komponen tersebut bersumber dari pendapatan investasi mencakup PAYDI senilai Rp275,17 miliar, keuntungan investasi yang direalisasikan maupun belum direalisasikan sebesar Rp647,37 miliar, beban keuangan kontrak asuransi Rp634,24 miliar, serta pendapatan keuangan kontrak reasuransi Rp154,38 miliar.

Melalui pencapaian tersebut, laba sebelum pajak perusahaan per 2025 terakumulasi sebesar Rp841,85 miliar, sedangkan laba komprehensif mencapai angka Rp887,85 miliar.

Menilik neraca keuangan perusahaan, total aset yang tercatat sepanjang 2025 mencapai Rp11,83 triliun, terakselerasi 11,7 persen YoY dari nilai sebelumnya Rp10,59 triliun.

Porsi aset terbesar disokong oleh aset investasi senilai Rp9,32 triliun, disusul aset kontrak asuransi sebesar Rp2,08 triliun, dan aset lainnya mencatatkan Rp284,69 miliar.

Pada sisi pasiva, liabilitas perusahaan terbesar berada pada liabilitas kontrak asuransi yang menyentuh Rp6,14 triliun, akumulasi laba ditahan Rp4,69 triliun, dan liabilitas lainnya Rp442,59 miliar.

Adapun pada 2025, total tingkat solvabilitas Asuransi Sinar Mas mencapai Rp6,83 triliun, naik 26,7 persen YoY dari Rp5,39 triliun, dengan rasio pencapaian solvabilitas melonjak ke level 450 persen dari sebelumnya 353 persen pada 2024.

Terkini