Allianz Life Raih Pendapatan Premi Rp9,6 Triliun pada Semester I 2026

Allianz Life Raih Pendapatan Premi Rp9,6 Triliun pada Semester I 2026
Allianz Life.

JAKARTA - PT Asuransi Allianz Life Indonesia membukukan pertumbuhan pendapatan premi asuransi jiwa sebesar 18 persen pada semester I/2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur & Country Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia, Gert de Rijke menyampaikan bahwa persentase pertumbuhan tersebut setara dengan perolehan nilai sekitar Rp9,6 triliun.

Menurut Gert, lonjakan kinerja ini dipicu oleh akumulasi beberapa faktor pendukung di tengah masyarakat.

“Yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi, kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang, serta preferensi nasabah terhadap produk yang relevan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka,” ucap Gert kepada Bisnis, Rabu (22/7/2026).

Demi mempertahankan laju pertumbuhan premi pada semester II/2026, Allianz Life secara konsisten berfokus pada ekspansi yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

Langkah ini ditempuh melalui penguatan kapabilitas jalur distribusi, pengembangan produk inovatif yang presisi dengan kebutuhan publik, serta optimalisasi digitalisasi guna mempermudah akses layanan nasabah.

Di saat yang sama, Gert menambahkan bahwa perusahaan tetap mencermati deretan tantangan industri, seperti dinamika kondisi ekonomi, fluktuasi daya beli masyarakat, kenaikan inflasi medis, serta pergeseran perilaku nasabah.

“Allianz Life tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan premi asuransi jiwa pada 2026. Ruang pertumbuhan masih terbuka, mengingat masyarakat Indonesia semakin meningkat kesadaran akan pentingnya proteksi, terutama kesehatan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Allianz Life akan terus berupaya menopang pertumbuhan industri lewat penyediaan solusi perlindungan yang relevan, penguatan jaringan distribusi, inovasi produk, serta komitmen dalam pemenuhan kewajiban klaim sesuai polis.

Sebagai informasi, industri asuransi jiwa nasional menunjukkan pemulihan kinerja hingga Mei 2026, tecermin dari tren pertumbuhan pendapatan premi secara tahunan dalam dua bulan beruntun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi premi asuransi jiwa dalam lima bulan pertama 2026 tumbuh 5,87 persen YoY menjadi Rp76,79 triliun, membaik dari posisi Maret 2026 yang sempat terkontraksi 0,14 persen YoY di angka Rp47,12 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index