Kalah di UFC Oklahoma, Kamaru Usman Isyaratkan Gantung Sarung

Jumat, 24 Juli 2026 | 17:01:31 WIB
Kamaru Usman. [Foto: Josh Hedges/Zuffa LLC]

JAKARTA – Mantan penguasa kelas welter (77,1 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC), Kamaru Usman, tengah menimbang opsi gantung sarung dari arena UFC usai takluk di tangan Dricus du Plessis pada duel utama UFC Oklahoma City.

"Saat ini, saya hanya perlu duduk bersama para pelatih, duduk bersama tim, mengevaluasi semuanya," kata Kamaru Usman dalam podcast Pound-for-Pound miliknya yang dipantau di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Pada pertarungan teranyarnya di divisi kelas menengah (83,9 kg), petarung kelahiran Nigeria tersebut dipaksa bertekuk lutut lewat kekalahan angka dari mantan juara Dricus du Plessis melalui penilaian juri dengan skor 50-45, 46-49, dan 46-49.

Pasca-kekalahan tersebut, petarung berjuluk "The Nigerian Nightmare" itu tak terlalu ambil pusing mengenai prospek bertahan di kelas menengah atau kembali ke kelas welter. 

Akan tetapi, ia berencana berdiskusi intensif bersama timnya guna menentukan keputusan, apakah bakal melakoni pertarungan lanjutan atau benar-benar menyudahi karirnya di dunia seni bela diri campuran secara permanen.

"(Kami) mengevaluasi posisi saya dalam karir. Secara keseluruhan, melihat apakah layak untuk terus melakukan ini. Apakah layak untuk terus membuat mereka melewati itu," katanya.

Usman memaparkan bagaimana dirinya senantiasa menyajikan aksi yang solid dalam rentetan kekalahan terdahulu, termasuk pada laga rematch pertamanya kontra Leon Edwards—momen saat ia sejatinya hampir mengunci kemenangan angka sebelum dikejutkan oleh tendangan kepala di ronde pemungkas.

Setiap hasil miring tentu menjadi kenyataan pahit yang tak mudah diterima, namun Usman tetap bangga lantaran dirinya tak pernah tampak benar-benar terdesak atau terdominasi total oleh lawan-lawannya di masa lampau.

Kendati tak merasa Dricus du Plessis mendominasinya sepanjang lima ronde, ia memahami bahwa perspektif itulah yang ditangkap oleh khalayak luas pada malam laga tersebut.

"Dengar, saya tidak pernah benar-benar keluar dan tidak mewakili mereka dengan tepat, diri saya sendiri dan pelatih saya. Yang ini sulit karena saya merasa tidak melakukannya," katanya.

Petarung dengan catatan rekor 21 kemenangan dan lima kekalahan itu menerangkan, pada bentrokan sebelumnya melawan Khamzat Chimaev, dirinya mengambil laga dengan persiapan terbilang mendadak, yakni durasi pemanggilan satu minggu saja. 

Menurut pandangannya, andai pertarungan tersebut menyisakan dua ronde tambahan, tak ada yang bisa memprediksi apa yang bakal terjadi.

Sementara pada laga tanding ulang menghadapi Leon Edwards, Kamaru menegaskan bahwa dirinya mampu merepresentasikan kemampuannya secara optimal hingga menit-menit akhir sebelum terkena tendangan fatal ke arah kepala.

"Mungkin saya seharusnya tidak berada di sana tetapi saya memaksakan diri, saya berkata, 'Anda tahu apa, saya keras kepala, saya akan masuk dan bertarung dan di tengah pertarungan itu saya menemukan diri saya kembali," katanya.

Kamaru melengkapi bahwa selalu ada pijakan evaluasi yang jelas dari tiap laga yang pernah dilakoninya. Ia tak menampik adanya penilaian publik yang menganggapnya terlampau memaksakan ambisi, meski secara pribadi ia tak merasakan hal demikian.

"Ini penilaian yang adil dan jujur. Meskipun mungkin saya tidak merasakannya di dalam hati, kelihatannya memang begitu dan saya tidak menyukainya," katanya.

Terkini